Muda: Birokrasi Pemda Jangan Eksklusif

Kubu Raya

Editor elgiants Dibaca : 70

Muda: Birokrasi Pemda Jangan Eksklusif
BERSALAMAN - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan bersalaman dengan ASN di lingkungan Pemkab Kubu Raya dalam kegiatan Halal Bihalal di Kantor Bupati Kubu Raya, belum lama ini. Ist
KUBU RAYA , SP - Penyusunan program dan kegiatan terkait pembangunan daerah harus disandarkan pada kebutuhan masyarakat luas. Karena itu, relasi yang terjadi di antara sesama birokrasi dan antara birokrasi dengan masyarakat harus berjalan dengan benar. 

Hal itu ditegaskan Bupati Kubu Raya, Muda  Mahendrawan saat memimpin upacara gabungan aparatur Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang dirangkaikan halal bihalal Idulfitri 1440 Hijriah di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (10/6).

Turut hadir mengikuti upacara Wakil Bupati Sujiwo, Sekretaris Daerah, Yusran Anizam, dan seluruh pejabat eselon II-IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. 

“Selalu saya nyatakan birokrasi pemerintah daerah jangan eksklusif. Tunjukkan bahwa kita menyatu dengan masyarakat. Masyarakat akan bergerak apabila kita lebih banyak membuktikan bahwa kita menyatu dengan pikiran-pikiran masyarakat,” tegas Muda dalam amanatnya. 

Muda menyebut momen bulan suci Ramadan dan Idul Fitri seharusnya menjadi wadah penempa diri khususnya bagi aparatur pemerintah daerah Kabupaten Kubu Raya. Lulus tidaknya dari ujian Ramadan, menurut dia, dibuktikan dengan ada tidaknya peningkatan kualitas diri setiap PNS. 

“Pembuktiannya adalah bagaimana aparatur pemerintah bisa meningkatkan kualitas diri, kualitas berpikir, kualitas martabat, dan kualitas langkah-langkah yang diharapkan kualitas itu semua akan menular kepada semua rumah tangga yang ada di Kubu Raya yang notabene menjadi tanggung jawab kita semua,” tuturnya.

Menurut Muda, tempaan ibadah Ramadan dan hari kemenangan Idul Fitri harus menjadi pengungkit kinerja aparatur pemerintah daerah Kabupaten Kubu Raya. 

Ia mengingatkan bahwa pemerintah dan birokrasi menjadi harapan besar masyarakat. Karena itu, dirinya berharap seusai Ramadan dan Idul Fitri, daya juang dan kinerja aparatur harus memiliki lompatan yang lebih baik. 

“Setelah dilatih mengendalikan diri selama Ramadan, tentulah harusnya menjadi jauh lebih baik. Banyak persoalan rakyat yang menjadi jawab jawab kita. Rakyat Kubu Raya yang berjumlah 604 ribu jiwa dan 162 ribu rumah tangga membutuhkan kinerja dan kerja-kerja keras birokrasi sampai ke level terbawah,” tuturnya.

Muda menegaskan indikator kesuksesan adalah ketika sudah tidak ada anak putus sekolah di Kubu Raya. Juga semakin sedikitnya pengangguran, masyarakat yang hidup terbelakang dan termarjinalkan, dan generasi muda yang terjerumus hal-hal negatif. 

“Intinya sebuah kesuksesan pemerintah itu diukur dari apa yang bisa dicapai dalam kondisi masyarakat secara luas. Yaitu dilihat dari rasa keadilan yang diberikan pemerintah daerah dan juga indikator-indikator capaian yang dilihat secara detail dengan mengacu pada kondisi-kondisi kehidupan masyarakat khususnya di daerah,” terangnya. (jek/bah)