Rabu, 18 September 2019


Petani Lokal Dapat Penuhi Pasokan di Kalbar

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 114
Petani Lokal Dapat Penuhi Pasokan di Kalbar

PANEN MELON - Kadistan TPH Kalbar, Heronimus Hero bersama timnya dan petani lokal menunjukan hasil panen melon di Rasau Jaya II, Kabupaten Kubu Raya.

Saat ini, sebagian besar pasokan buah melon di Kalimantan Barat sudah bisa dipenuhi petani lokal. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar, Heronimus Hero, Senin (17/6). 

“Kita bersyukur saat ini untuk suplai buah melon dari berbagai jenis baik untuk ke toko buah modern dan pedagang buang yang ada di Kalbar sudah mampu dipasok oleh petani kita. Untuk angkanya masih tengah kita telusuri. Namun fakta di lapangan pasokan petani lokal sudah besar,” ujarnya saat melakukan panen melon di kebun petani.

Hero menyebutkan prospek usaha tani melon di Kalbar sangat besar seiring konsumsi masyarakat terhadap aneka buah – buahan termasuk melon meningkat.

“Apalagi pasar untuk melon masih besar. Itu bisa menjadi peluang petani untuk budidaya melon. Saat ini harga buah melon juga sangat menjanjikan yakni di atas Rp10.000 per kilogram di tingkat petani,” kata dia.

Hanya saja untuk usaha tani melon butuh teknik budidaya yang maksimal karena tanaman melon mudah terkena virus. Dengan persoalan yang ada dibutuhkan bibit anti virus namun memang harganya sedikit agak mahal.

“Meski budidayanya terbilang harus dilakukan dengan maksimal,namun ketika sudah paham usaha ini sangat menjanjikan. Meski modal besar , untungnya juga sangat besar. Hitungan yang ada per hektare butuh sekitar Rp80 juta – Rp100 juta. Namun jika harga Rp10.000 per kilogram dan per hektare dihasilkan 45 ton, maka sangat besar untungnya,” kata dia.

Dengan melihat prospek dan peluang yang ada, hal itu bisa menjadi peluang petani di Kalbar terutama petani milenial yang akan menekuni usaha pertanian di Kalbar.

“Kita mengajak petani di Kalbar terutama anak muda yang mau terjun ke usaha pertanian melihat peluang yang ada termasuk usaha tani melon,” ajak dia.

Sementara itu, satu di antara petani melon di Kabupaten Kubu Raya, Bejo mengatakan bahwa ia sejak 2007 silam hingga kini membudidayakan melon. Menurutnya, hasil dari budidaya tersebut sangat menjanjikan.

“Awalnya saya bertani melon otodidak melalui baca buku dan lainnya. Namun karena tidak putus asa jadi seperti saat ini. Untuk pasar melon tidak sulit. Saat ini sudah dijual di Transmart Carrefour dan toko buah lainnya termasuk di ruko – ruko yang ada,” jelas dia. (ant/bah)