BNPT Gelar Apel Kesiapsiagaan Bersama TNI-Polri dan Pemda di Yonko 465 Paskhas Brajamusti

Kubu Raya

Editor Mul Dibaca : 181

BNPT Gelar Apel Kesiapsiagaan Bersama TNI-Polri dan Pemda di Yonko 465 Paskhas Brajamusti
Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Kesiapsiagaan dan Pengendalian Krisis BNPT, Kolonel Inf Darmanto, mengecek pasukan pada Apel Kesiapsiagaan Nasional Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Apel bersama ini berlangsung di Lapangan Batalyon Komando
KUBU RAYA, SP - Ratusan prajurit gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) daritiga matra, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, Polda Kalbar, serta Pemadam Kebakaran Kota Pontianak, mengikuti  Apel Kesiapsiagaan Nasional Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).  

Apel bersama ini diselnggarakan untuk ekspose kekuatan yang siap mengamankan wilayah Kalbar dari ancaman aksi terorisme. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Batalyon Komando (Yonko) 465 Paskhas Brajamusti, Kamis (18/7/2019).

Hadir pada kesemopatan tersebut, Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Kesiapsiagaan dan Pengendalian Krisis BNPT, Kolonel Inf Darmanto, Kepala BNN Provinsi Kalbar, Brigjen Pol Drs. Suyatmo, M.Si, Pangdam XII/Tpr, diwakili LO Kodam, Kolonel Pas Zulfikar.  

Asintel Lantamal XII Pontianak, Kolonel Laut (T) Erwin Ticoualu, S.E, yang mewakili Danlantamal XII Pontianak. Danlanud Supadio, diwakili Kadislog, Kolonel Tek Arief Rachman Hidayat, Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Muhamad Anwar Nasir, S.IK., M.H. Dansat Brimob Polda Kalbar, diwakili AKP JR Sugiyanto.  

Kepala Satpol PP Provinsi Kalbar, Golda M. Purba, Wadanyonko 465 Paskhas, Mayor Pas Donni Heriyanto, Dandenhanud 473 Paskhas, Mayor Pas Tatag Wicaksono, dan Danyonmarhanlan XII Pontianak, Mayor Mar Sofian.  

Kasubdin Kesiapsiagaan dan Pengendalian Krisis BNPT dalam sambutannya mengatakan, beberapa bulan yang lalu dunia dikejutkan oleh aksi terorisme yang menyerang negara Sri Lanka dan seluruh dunia mengutuk kejadian tersebut.  

“Namun, kita bangsa Indonesia dapat mengambil pelajaran bahwa tidak ada satu tempatpun yang aman dari ancaman aksi terorisme dan kita tidak boleh lengah karena sasaran teroris tidak hanya masyarakat sipil namun juga aparat menjadi sasaran utama,” jelas Kolonel Inf Darmanto.  

Ia menambahkan kita tetap waspada dan jangan lengah, kita harus bersinergi bahu membahu untuk meminimalisir sekecil mungkin peluang bagi kelompok radikal atau kelompok teror untuk melaksanakan aksinya di Indonesia.  

“Apel kesiapsiagaan yang kita laksanakan ini, semoga dapat meningkatkan sinergitas antar aparat yang berada di Provinsi Kalbar, terutama dalam mencegah adanya bibit-bibit terorisme,” pungkasnya. (mul/*)