Kepala BNBP Kunjungi Satgasud Karhutla Kalbar di Lanud Supadio

Kubu Raya

Editor Mul Dibaca : 86

Kepala BNBP Kunjungi Satgasud Karhutla Kalbar di Lanud Supadio
Foto Bersama Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Herman Asaribab, bersama jajaran Satgasud Karhutla Lanud Supadio, yang dipimpin Danlanud, Marsma TNI Palito Sitorus. Supadio
KUBU RAYA, SP - Komandan Lanud (Danlanud) Supadio, Marsma TNI Palito Sitorus menyambut kedatangan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo. Penyambutan berlangsung di VIP Room Lanud Supadio, Kubu Raya, Senin (5/8/2019).  

Hadir pada kesempatan tersebut, para pejabat BNPB, Pangdam XII/Tanjungpura, jajaran Forkopimda Kalbar, Pejabat TNI/Polri dan para pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar.  

Adapun tujuan Kunjungan Kerja (Kuker) Kepala BNPB adalah untuk mengetahui kesiapan Lanud Supadio, sebagai bagian dari Satgas Penanganan bencana Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla). Posisi Lanud Supadio dalam penanganan tersebut sebagai Satgas Udara (Satgasud) Karhutla Kalbar.  

Kepala BNPB dan rombongan pun meninjau secara langsung, sekaligus melihat dari dekat aktifitas Posko Komando Satgasud Lanud Supadio. Setelah itu, Kepala BNPB menyempatkan diri untuk briefing, sekaligus memberikan beberapa penekanan kepada seluruh pejabat yang hadir.  

"Saya berharap, sedapat mungkin upaya penanggulangan Karhutla di Kalbar, terus dilakukan untuk menekan maraknya aksi pembakaran lahan, yang semakin meningkat. Akibatnya mengganggu aktifitas serta kesehatan masyarakat," kata Kepala BNPB.  

Sementara itu, Danlanud Supadio, yang juga menjabat Dansatgasud penanggulangan bencana Karhutla menyampaikan, akan terus berkoordinasi, baik internal maupun eksternal, untuk menindaklanjuti beberapa penekanan dan perintah komando atas.  

"Berbagai upaya terus dilakukan untuk menanggulangi setiap aksi pembakaran lahan. Satgasud Lanud Supadio, juga berkoordinasi dengan semua pihak," paparnya.  

Beberapa waktu lalu, Danlanud Supadio juga menyampaikan bahwa Karhutla di Kalbar menjadi  permasalahan yang terus terjadi setiap tahunnya saat kemarau tiba. Permasalahan itu menyita perhatian baik pemerintah pusat dan daerah. Dampak Karhutla pun sangat besar, mulai dari gangguan aktivitas penerbangan, pelayaran, dan lalu lintas dan kesehatan masyarakat.  
"Penanganannya pun tak bisa dilakukan sendiri, dan memerlukan kerja sama semua pihak, tak terkecuali Lanud Supadio Pontianak yang telah menyiapkan 100 personel guna penanggulangan Karhutla di Kalbar," kata Marsma TNI Palito.  

Menurutnya, Karhutla adalah salah satu bencana tambahan yang ada di Kalbar. Oleh karenanya, BNPB telah menetapkan status bencana tersebut. Lanud Supadio menjadi salah satu dari instansi yang ikut berperan dalam mendukung operasi pemadaman.  

Saat ini, Satgas Udara, terus melakukan upaya pemantauan untuk mendukung penerbangan, dan pemadaman kebakaran melalui jalur udara.

"Kalau dari darat kan sudah ada rekan-rekan yang ditugaskan. Ini dari udara, Lanud Supadio lakukan dengan menggunakan pesawat helikopter dari BNPB," lanjutnya.  

Beberapa waktu lalu pun, telah dilaksanakan beberapa kali pemadaman menggunakan waterbombing. Personil Lanud Supadio sangat berperan aktif melakukan pemadaman lewat jalur udara.  

"Pemadaman  tersebut dilakukan menggunakan waterbombing  bekerja sama dengan BMKG. Mereka melihat daerah-daerah mana yang terjadi spot-spot api, kemudian dilakukan patroli udara. Dari patroli udara itu akan dilakukan waterbombing, "ujar Danlanud.  (mul).