Kamis, 19 September 2019


Manfaatkan Internet untuk Kemajuan Desa

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 87
Manfaatkan Internet untuk Kemajuan Desa

KEMBANGKAN - Warga Dusun Kelola Jaya, Desa Teluk Empening, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya mengembangkan tanaman alpukat dengan belajar dari internet. Ist

Kehadiran Rumah Pintar di Dusun Kelola Jaya, Desa Teluk Empening, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat memberikan perubahan bagi masyarakat. Dari sana mereka membuka pengetahuan dunia. Terutama untuk mengembangkan pertanian dan peternakan yang jadi andalan warga.

Jika perubahan sebelumnya didapat dari jelajah Youtube, kini dari Facebook. Deni berkomunikasi dengan petani daerah lain di fasilitas pesan instan. Petani itu sudah lama menerapkan teknik drumling untuk buka lahan.
"Nantinya drum akan diisi air, kemudian digulingkan ke lahan yang rumputnya sudah mengering, disemprot racun. Cara ini berguna untuk meratakan rumput," ujarnya.

Tak hanya mempermudah pembukaan lahan, hamparan rumput yang diratakan menyatu dengan tanah dan berubah jadi pupuk.

"Gulma yang telah mati juga dapat melebur menjadi pupuk," ungkapnya.

Bukan hanya urusan peternakan dan pertanian, layanan jasa pun jadi buah dari menekuni internet. Julianto misalnya, belajar membuka bengkel dari modal nonton Youtube. Sebelumnya, bengkel terdekat ada di kecamatan. Satu setengah jam jaraknya dari rumah.

"Sekarang padat pekerjaan saya betulkan motor. Sambil buka di Youtube lah," ujar petani yang nyambi jadi montir ini.
Semua kemudahan itu didapat setelah Rumah Pintar berdiri tahun 2015. Dua buah komputer tersedia dengan sambungan internet. Warga bisa gratis menggunakan. Namun sementara jaringannya hanya mampu menanggung lima sampai sepuluh pengguna.

Sebelumnya, hanya ada satu provider telekomunikasi yang menjangkau desa. Sinyalnya masih 3G. Maklum, untuk sampai lokasi, butuh satu setengah jam berkendara motor dari dermaga di Desa Sungai Asam, Kecamatan Sungai Raya. Sementara jika ingin menggunakan motor air, bisa lewat dermaga Desa Sungai Durian, Kecamatan Rasau Jaya dengan jarak tempuh tiga setengah jam.

Rumah Pintar dibangun usai Kades Teluk Empening, Muhammad Firdaus mengajukan jaringan internet ke Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kubu Raya. Awalnya, dia hanya ingin bisa mempromosikan potensi desa secara daring. Selain jangkauan luas, cara ini lebih murah dan mudah.

“Kebutuhan desa semakin berkembang, dan tuntutan laporan harus menggunakan online. Tapi kami mengikuti perkembangan. Di tahun 2010 kami sudah buat website desa dengan alamat Telukempening.blogspot.com," ungkap Firdaus.

Rumah Pintar memiliki konsep wadah penyedia ilmu masyarakat. Baik itu soal bertani, beternak atau hal lain yang dibutuhkan. Masyarakat pun dibebaskan menggunakan fasilitas.

Selain urusan pendapatan, sarana ini turut dimanfaatkan siswa. Ilmu tak hanya didapat dari buku yang dibeli dari sekolah, namun juga beragam sumber di internet.

"Setiap malam tak pernah sepi di Rumah Pintar itu. Namun yang perlu diketahui, akses internet dibatasi hingga pukul sepuluh malam saja. Hal ini untuk memastikan agar siswa dan masyarakat bisa menggunakan internet secara cerdas," ungkapnya.

Layanan Rumah Pintar itu pun membuat Desa Teluk Empening diganjar dua penghargaan. Di antaranya, nominasi Desa Transparansi dari Kemendesa dan peringkat pertama Desa Internet Terinovatif dari Kominfo Kabupaten Kubu Raya tahun 2018.

PPL Terbantu

Petugas Penyuluh Lapangan, Yusuf Nurwanto mengatakan apa yang didapat warga dari Youtube, hamper semuanya berhasil diterapkan. Kerjanya di daerah itu sejak 2011 pun terbantu.

"Petani semakin pintar, kami tinggal mendampigi saja," ungkapnya.

Bahkan, salah satu petaninya berhasil jadi pendorong penggunaan transplanter padi atau alat penanam bibit padi dengan jumlah, kedalaman, jarak dan kondisi penanaman yang seragam. Sebelumnya, belum ada yang menggunakannya di Kubu Raya.

“Saya usulkan ke Dinas Pertanian dan sekarang sudah dianggarkan. Untuk Desa Teluk Empening ada  empat buah," katanya.

Dengan metode lama, petani akan sulit pendapatkan pelatihan intensif. Pasalnya dalam setahun, hanya diagendakan satu kali. Itu pun dengan kuota dua orang. Namun adanya internet buat warga bisa belajar dan mengulang materi kapan saja.

Keberhasilan Program

Akademisi Universitas Tanjungpura Pontianak, Zulkarnaen menilai peningkatan kapasitas dan kemampuan masyarakat berkat keberadaan Rumah Pintar, menunjukkan keberhasilan mereka memanfaatkan teknologi yang masuk desa. Pasalnya, banyak penyalahgunaan internet, yang justru tak berdampak positif.

“Ini menjadi keberhasilan masyarakat dalam rangka menuju desa yang mandiri. Masyarakat bisa menggunakan internet itu untuk kebutuhan mereka, entah itu dari Youtube maupun website dan langsung diimplementasikan,” ungkapnya.

Walau belum berdampak ke Pendapatan Asli Desa, lambat laun hasilnya akan nyata. Proses itu masih butuh waktu.
“Seperti pembangunan bioflok itu, artinya masyarakat mulai mengarah pada kemajuan teknologi,” pungkasnya. (suria mamansyah/balasa)