Minggu, 20 Oktober 2019


Kerinduan Warga Teluk Pakedai dengan Sosok BJ Habibie

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 134
Kerinduan Warga Teluk Pakedai dengan Sosok BJ Habibie

Penampakan bendera setengah tiang di salah satu rumah warga RT 01 RW 01 Dusun Mekar, Desa Selat Remis, Kecamatan Teluk Pakedai, Kubu Raya.

Kepemimpinan Bacharuddin Jusuf Habibie sebagai Presiden Republik Indonesia ke 3 membekas di hati warga Kecamatan Teluk Pakedai, Kubu Raya. Sejak hari almarhum wafat, bendera setengah tiang dipasang di depan rumah mereka. Setidaknya, hal itu terlihat di lingkungan RT 01 RW 01 Dusun Mekar, Desa Selat Remis, Kecamatan Teluk Pakedai. Rumah-rumah warga dipasangi Sang Saka Merah Putih setengah tiang. Mereka bersedih, kehilangan mantan Presiden yang melekat di hati.

Satu di antara warga, Salamah menyampaikan meninggalnya mantan Presiden BJ Habibie sangat membuat dirinya dan masyarakat yang mencintai kehilangan. Perintah mengibarkan bendera setengah tiang yang disiarkan melalui televisi pun langsung dilaksanakannya.

Tak ada pemaksaan. Warga suka rela. Meski memang, ada sedikit kecewa. Beberapa warga di hari pertama, tidak melaksanakan hal sama.

"Beberapa warga lain ketika saya tanya mereka tidak mengibarkan bendera setengah tiang karena tidak tahu ada perintah tersebut, mungkin memang saja tidak tahu," ceritanya, Jumat (13/9).

Kecintaan mereka pada almarhum Habibie bukan tanpa sebab. Salamah menilai, kebijakan kala BJ Habibie menjabat, sangat berpihak pada masyarakat kecil. Tidak seperti kepemimpinan setelahnya yang dirasa ekonomi makin sulit.

Petani di masa kepemimpinan BJ Habibie dikatakan Salamah sangat mendapatkan perhatian pemerintah pusat. Dengan bertani, sudah pasti bisa menghidupkan keluarga. Harga jual berbagai hasil pertanian juga sangat stabil. Jadi petani tidak takut untuk memulai menanam berbagai jenis tanaman.

"Dulu kelapa dengan pinang harganya mahal, namun sekarang jauh berbeda," ucapnya.

Sementara itu, Camat Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya, Rasudi mengatakan kerelaan masyarakat untuk mengibarkan bendera setengah tiang membuktikan sosok BJ Habibie memang melekat di hati masyarakat. Presiden ketiga Indonesia tersebut juga terkenal sebagai Bapak Teknologi Indonesia.

Rasudi menambahkan, dengan semakin luasnya informasi, terutama dari televisi semakin mempermudah masyarakat untuk mengetahui apa pun yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia termasuk perintah mengibarkan bendera setengah tiang.

Pengibaran bendera setengah tiang membuktikan masyarakat Indonesia sangat berduka dengan meninggalnya Presiden BJ Habibie.

"Dengan relanya masyarakat sebuah bukti Presiden BJ Habibie sangat dicintai masyarakat," pungkasnya. (dino/balasa)