Minggu, 20 Oktober 2019


Korporasi Dukung Kelola Konservasi Bekantan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 97
Korporasi Dukung Kelola Konservasi Bekantan

Ilustrasi bekantan di hutan

Para pemangku kepentingan di bidang konservasi bekantan bersepakat melindungi habitat satwa endemik Kalimantan melalui pendekatan Best Management Practices (BMP).

 

Praktik pengelolaan ini menjadi salah satu instrumen para pihak dalam mengelola sebuah kawasan secara berkelanjutan.

 

PT Ekosistem Khatulistiwa Lestari (EKL), Dennis Wara Hermiandra menyatakan komitmennya mendukung upaya konservasi bekantan secara kolaboratif.

 

Pola pengelolaan lahan berbasis lanskap seperti ini, kata dia, sangat tepat diterapkan mengingat satu perusahaan dengan perusahaan lainnya saling terkoneksi.

 

Menurut Dennis, konsesi EKL terbentang di dua kecamatan di Kubu Raya yakni Kecamatan Kubu dan Batu Ampar. Wilayah perusahaan restorasi ekosistem ini didominasi nipah. Hasil survey menunjukkan ada sekitar 74 ekor bekantan hidup di konsesi ini.

 

Perusahaan telah melakukan sejumlah upaya agar bekantan di konsesi EKL tetap lestari. Hasil studi juga menunjukkan adanya perubahan habitat dan mempengaruhi area bermain bekantan yang sudah sampai ke tumbuhan nibung. Nibung sendiri bernilai ekonomi bagi masyarakat dan trennya sudah mulai ditebangi.

 

Sementara itu, Edward Tang dari PT Wana Subur Lestari (WSL) juga menegaskan komitmen perusahaannya terhadap konservasi bekantan. Bahkan, dia menjelaskan perusahaannya telah membentuk departemen khusus untuk pengelolaan konservasi habitat bekantan dengan tujuan memitigasi ancaman perburuan.

 

“Kami melakukan dengan konsep lanskap conservation network, yaitu menjaga konektivitas area koridor hijau dari satu kawasan ke kawasan lainnya. Ini dimaksudkan agar ruang gerak bekantan dan ketersediaan sumber pakannya bisa terpenuhi guna menunjang kelangsungan hidup bekantan dan satwa lainnya,” kata dia. 

 

Selain upaya di atas, WSL juga melakukan monitoring di dalam konsesi setiap bulan. Upaya lain yang sudah dilakukan adalah penyadartahuan, kunjungan ke sekolah, dan mobile cinema ke masyarakat umum tentang konservasi sumber daya alam.

 

Kini, para pemangku kepentingan telah menyusun prosedur standar operasional sebagai acuan dalam membangun manajemen konservasi bekantan. Pemerintah, pihak swasta, dan LSM yang meracik ramuan itu dengan harapan dapat menjadi obat mujarab bagi perlindungan bekantan dan habitatnya di Lanskap Kubu.

 

Hasil racikan dalam workshop tersebut akan segera dikoordinasikan dengan BKSDA Kalbar, sebagai lembaga pemegang mandat dari Kementerian LHK dalam perlindungan dan pelestarian spesies dilindungi.

 

Sebelumnya, Kepala Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kubu Raya Amung Hidayat mengatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan apresiasi. Inisiatif yang sudah berjalan dalam upaya konservasi bekantan di Lanskap Kubu, kata dia sudah sangat baik. Termasuk para pemegang izin konsesi yang memiliki komitmen untuk ikut menjaga, melindungi, dan mengelola habitat dan populasi bekantan di tingkat operasional.

 

Menurut Amung, salah satu instrumen dalam manajemen konservasi yaitu BMP. Ini merupakan serangkaian rekomendasi praktis untuk membantu pemegang konsesi dalam pembuatan rancangan manajemen konservasi bekantan di bentang alam yang lebih luas. (suria mamansyah/bah)