Selasa, 15 Oktober 2019


Pemdes Diminta Kembangkan BUMDes

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 37
Pemdes Diminta Kembangkan BUMDes

TELUR KEPITING – Petani kepiting bakau sedang menunjukkan telur kepiting tersebut. Budidaya kepiting bakau dapat dikembangkan sebagai BUMDes.

PONTIANAK, SP – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mendorong pemerintah desa meningkatkan nilai ekspor melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Selain meningkatkan nilai ekspor BUMDes, pemdes juga diminta meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) dan membuat desa mencapai kemandirian desanya dengan menyasar sektor-sektor seperti pertanian, perikanan, dan perkebunan.

“Kita jangan bicarakan Sumber Daya Alam saja untuk meningkatkan ekspor. Yang perlu kita tumbuhkembangkan supaya perekonomian masyarakat itu berkembang itu sektor-sektor lain seperti pertanian, perikanan, perkebunan,” jelas Sutarmidji saat menjadi keynote spekear Seminar Internasional ‘Membangun Desa Mandiri Sebagai Sabuk Ketahanan Ekonomi’ di ruang Aula Rektorat Untan, Senin (7/10).

Apabila BUMDes bisa dikembangkan dengan indikator desa mandiri, maka pertumbuhan ekonomi di Kalbar akan meningkat dan akan berdampak pada nilai ekspor.

Menurut Midji, jika sektor pertanian, perikanan, perkebunan diiringi dengan pengembangan BUMDes yang sehat, maka desa akan menjadi mandiri.

Misalnya terdapat 1.500 BUMDes di Kalbar yang sudah berkembang dengan produk unggulan, maka hasil dari potensi desa itu dapat diekspor untuk menjadi nilai tambah.

Tak hanya itu saja, Midji juga berharap kepada para petani untuk meningkatkan NTP yang ada di atas rata-rata. Sebab, dengan meningkatnya produksi para petani, maka akan menyejahterakan para petani tersebut.

“Sekarang NTP petani itu antara 95 persen sampai 96 persen. Artinya, petani kurang sejahtera. Yang dikeluarkannya 100 persen, dapat hasilnya 93 persen. Nah, sekarang bagaimana kita membuat NTP itu di atas 100 persen,” kata Midji.

Midji mengatakan bahwa upaya itu sebenarnya tidak sulit. Caranya dengan meningkatkan produksi dari rata-rata 3 (tiga) ton per hektare menjadi 3,5 (tiga koma lima) ton per hectare.

“(Peningkatan produksi) Itu sudah di atas 100 persen dengan jaminan pupuknya betul-betul NPK 15 persen kandungannnya dan bibitnya betul-betul bibit yang unggul serta inovasi bibit lokal yang unggul,” ujarnya. (iat/bah)

Bank Indonesia Bantu

Anggota Dewan Komisioner Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo yang hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, program desa mandiri membantu percepatan pembangunan daerah Kalbar sangat baik. Sebab, Desa Mandiri memiliki banyak keuntungan sebagai ketahanan ekonomi.

“Kami melihat bahwa desa mandiri satu potensi untuk membantu percepatan pembangunan di Kalbar khususnya dan umumnya di Indonesia. Jadi, prioritas pemerintah diletakkan pada desa mandiri karena kita tahu bahwa banyak keuntungan dalam program desa mandiri serta pembiayaan harus diterapkan dan pendampingan dalam program desa mandiri itu,” ungkap Dody Budi Waluyo.

Menurut Dody, Bank Indonesia dalam program desa mandiri membantu permasalahan sosial ekonomi. Cara membangun UMKM unggulan sebagai ekonomi berkelanjutan dan inklusif.

“Bank Indonesia mendukung semua kebijakan pemerintah. Kita ingin ekonomi bisa tumbuh secara berkelanjutan dan inklusif agar bisa menyerap banyaknya tenaga kerja," katanya.

Menurutnya, banyak potensi ekonomi yang bisa dikembangkan di Kalbar. Untuk itu, ke depan perlu dibangun jaringan ekonomi nasional antara Kalbar dengan daerah lainnya. (iat/bah)