Minggu, 08 Desember 2019


Gelorakan Tanam Padi Milenial

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 87
Gelorakan Tanam Padi Milenial

TANAM PADI - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan melakukan gerakan tanam padi milenial di Desa Teluk Empening, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (10/11).

KUBU RAYA, SP - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya kembali melibatkan ribuan generasi milenial dalam kegiatan tanam padi yang kembali dilaksanakan di Desa Teluk Empening, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (10/11). 

"Setelah melibatkan kurang lebih 3.000 pemuda dari berbagai jenjang pendidikan yang tersebar di sejumlah sekolah dan universitas di Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak pada Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial yang berlangsung di Desa Paret Keladi Minggu lalu (3/11), kita kembali menggelar kegiatan serupa yang kedua kalinya di Desa Teluk Empening dengan melibatkan lebih dari 1.000 kaum muda," kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan di Terentang. 

Dia mengatakan, gerakan Wisata Tanam Padi Milenial yang kedua ini tidak kalah meriahnya dengan kegiatan serupa sebelumnya, karena semangat dan antusias pemuda di Kecamatan Terentang cukup tinggi. 

Anak-anak siswa dan mahasiswa tidak canggung untuk terjun langsung ke sawah yang digenangi air untuk melakukan penanaman padi serentak.

Muda menuturkan, kegiatan ini merupakan salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk menjadikan isu pertanian dan ketahanan pangan menjadi bagian yang sangat penting bagi Kubu Raya dan Kalbar khususnya.

"Pola kegiatan ini akan menjadi gerakan masif dan menjadi tren baru bagi Indonesia agar program ini menjadi penggerak bagi masyarakat dalam membangkitkan peradaban pangan yang sangat penting dan berharga, sekaligus cara kita untuk mengembalikan kejayaan beras lokal Kubu Raya yang hilang dari pasaran selama lima tahun terakhir ini," tuturnya.

Dia menjelaskan, Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial ini merupakan bagian dari cara bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pangan yang cukup besar di daerah ini. adapun komponen yang terlibat yakni anak-anak TK, PAUD, SD, SMP, SMA bersama ibu-ibu rumah tangga dan Yayasan Swadaya Dian Khatulistiwa (YSDK) Kalbar, Kapal Pemuda Indonesia, Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kalbar, jajaran Dinas Pertanian Provinsi Kalbar dan Komunitas Drone.

"Alhamdulillah, di kepemimpinan saya bersama pak Wakil Bupati Sujiwo yang baru berjalan sembilan bulan ini, mengingatkan kita bahwa memperjuangkan umat adalah bagaimana upaya-upaya kita dalam menggerakkan anak-anak muda agar ke depan berupaya memaksimalkan potensi yang ada di kampung kita," katanya.

Menurutnya, momentum ini sangat penting bagi Kubu Raya dan Kalimantan Barat. Diharapkan semangat pemuda dan generasi di daerah ini mampu menjadi bagian dalam mewujudkan dan mengembalikan program beras lokal Kubu Raya untuk mendukung kemandirian pangan di Provinsi dan Indonesia.

"Untuk itu, kepada semua birokrasi, masyarakat, pelajar, mahasiswa para pemuda kaum milenial mudah-mudahan even yang luar biasa bagi Kubu Raya dan Kalimantan Barat ini mampu memanfaatkan lahan produktif, sehingga menghasilkan sesuatu yang dapat membahagiakan orang banyak," katanya.

Pria yang mendapat julukan Bupati Beras oleh warganya karena keberhasilannya dalam menjalankan program beras lokal Kubu Raya ini menegaskan, bahwasanya kampung itu bukanlah masa lalu. Justru sekarang kampung itu merupakan masa depan karena semuanya berasal dari kampung, mulai dari peradaban, adat istiadat, budaya dan tata krama.

"Semua peradaban yang ada saat ini, semuanya dimulai dari kampung. Bagian peradaban sungai, peradaban bercocok tanam, semua dimulai dari kampung yang memiliki nilai gotong royong, kepedulian, keikhlasan, edukasi, intergritas, kejujuran," kata Muda. (ant/bah)

Kemandirian Pangan

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Kalbar berkomitmen terus memaksimalkan produksi tanaman pangan seperti padi untuk mewujudkan kemandirian daerah.

"Bangsa yang mandiri dan merdeka harus memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan nya sendiri. Kalbar berkomitmen akan itu," kata Kepala Distan TPH Kalbar, Heronimus Hero di Pontianak, belum lama ini. 

Menurut dia, pihaknya akan memaksimalkan  peningkatan produksi minimal untuk memenuhi kebutuhan daerah sendiri dan  untuk menuju Indonesia Lumbung Pangan 2045.

Ia menyebutkan, Kalbar dalam hal jumlah produksi padi atau beras secara nasional  berada di posisi ke-13. Pada 2018 produksi padi di Kalbar mencapai 1,62 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) dari luasan tanam sebanyak 600 ribuan hektare yang tersebar di 14 kabupaten atau kota yang ada.

"Sejauh ini memang kita sendiri di Kalbar sudah surplus beras hampir sepertiga dari kebutuhan masyarakat di Kalbar," jelas dia.

Namun, seiiring pertumbuhan penduduk dan industri, kebutuhan akan terus meningkat sehingga produksi dan produktivitas hasil pertanian padi harus dimaksimalkan. Untuk itu butuh usaha keras dan strategi agar target terealisasi.

"Target tahun 2019 yakni 1,7 juta ton GKG maka harus terealisasi. Kemandirian pangan, terutama komoditas utama yakni padi diharapkan bisa mendorong kemajuan di berbagai sektor lainnya," kata dia. (ant/bah)