Minggu, 20 Oktober 2019


Persahabatan OSO dan Asiang, Dalam Secangkir Kopi Susu

Editor:

Soetana Hasby

    |     Pembaca: 4143
Persahabatan OSO dan Asiang, Dalam Secangkir Kopi Susu

Oesman Sapta bersama Asiang. (SP)

MUNGKIN sudah banyak yang tahu bagaimana Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang (OSO) dekat dengan Asiang, pemilik warung kopi di Jalan Merapi, Kota Pontianak. Warung Kopi Asiang, warung kopi legendaris di kota ini, selalu dikunjungi Petinggi Negara asal Kalimantan Barat itu, saban pulang ke tanah Khatulistiwa.

Keduanya memang karib sejak puluhan tahun lalu, dan siapa sangka, ternyata mereka lahir dari kota yang sama; Kayong Utara.

OSO lahir di Sukadana, sedangkan Asiang lahir di Tanjung Satai, Kecamatan Pulau Maya.

Asiang, si penyeduh kopi berciri khas telanjang dada itu, mengatakan, OSO sudah belasan tahun menikmati kopi sajiannya. Diapun sudah hapal dengan pesan OSO saban singgah di warung kopinya.

“Kopi susu,” kata Asiang.

Dari secangkir kopi susu inilah akhirnya keduanya menjalin persahabatan. “Kenal OSO sudah 10 tahun lebih. Sering minum di sini, lalu kenal, cerita-cerita, rupanya satu kota (kelahiran),” tutur Asiang  kepada Suara Pemred, Senin (28/11).

Di sela-sela menuangkan kopi ke dalam belasan cangkir, Asiang begitu semangat menuturkan jalinan persahabatan mereka. Diapun tidak menepis, warung kopi yang berdiri sejak 1958 itu, telah tersiar ke Ibu Kota Jakarta. Hal ini, kata Asiang, buah prakarsa OSO yang kerap singgah menyeruput kopi di tempatnya, dengan membawa sejawat dari Jakarta.

Tercatat pula sejumlah menteri dan pejabat negara telah menikmati seduhan kopi Asiang.

“OSO pesan kopi susu, kadang-kadang promosi ke kawan-kawan di Ibu Kota. Mungkin dari menteri atau apa, tetap ada peduli kita. Makanya saya banyak terima kasih dengan dia,” ujar Asiang.

Dia menegaskan dekat dengan OSO, dan saban bersua, mereka kerap bertukar cerita, lalu mencari jalan keluar bila ada persoalan.

“Sangat dekat dengan OSO. Karena diapun sayang sama kita. Dia peduli, kalau ada masalah apa-apa, suka membantu, orangnya baik dan bagus. Dia lihat orang rendah, bantu, dan (itu ) bagus,” ujar Asiang.

Aktivitas di Warung Kopi Asiang tiap hari dimulai dari pukul 03.00 pagi hingga 13.00 siang. Tak berubah lengkung bibirnya menjamu pelanggan. Tak heran dia mudah dekat dengan siapapun, termasuk politisi kenamaan Kalimantan Barat itu. (kristiawan balasa)