Minggu, 20 Oktober 2019


Canopy Center, Tempatnya Pecinta Kopi, Kreator dan Pelancong

Editor:

Soetana Hasby

    |     Pembaca: 1568
Canopy Center, Tempatnya Pecinta Kopi, Kreator dan Pelancong

Deny Sofian

MESIN roasting bewarna hitam itu ditempatkan di sisi kanan meja bar, mengarah ke toilet. Mesin sangrai kopi berukuran besar dengan kapasitas sekali sangrai 500 gram greenbean (biji kopi mentah) itu menjadi penanda, kafe ini hadir untuk pecinta dan penikmat kopi sejati. Ya, di sini Anda bisa menyeruput kopi beraroma wine.

Deny Sofian, sosok di balik berdirinya tempat tersebut, tak memungkiri Canopy Center Pontianak terwujud atas buah kepercayaan koleganya, yang memberikan bangunan empat pintu rumah toko, untuk ia dikelola sebagai kafe, wadah kreativitas, dan hunian untuk pelancong domestik dan mancanegara. 

Selain itu, Canopy Center Pontianak juga sebagai pusat informasi destinasi di Kalimantan Barat. Tak tanggung, Deny pun sudah membangun jaringan dengan agen travel di sejumlah negara, asia dan eropa, untuk mempopulerkan kawasan wisata Kalimantan Barat yang berbau ecotourism.

Pria yang pernah menjadi peserta dalam program film dokumenter di salah satu televisi nasional itu, kini akrab dengan kopi.

Kepada www.suarapemredkalbar.com, Deny mengungkapkan ide awalnya mendirikan Canopy Center Pontianak, bermula dari keinginan adanya tempat di Kota Pontianak yang mampu menampung kreativitas. Kafe sekaligus menjadi rumah bagi para industri kreatif.

Persuaan Deny dengan koleganya, tak dinyana, mempercepat keinginannya mewujudkan ide itu. “Lantas, Bang Subhan menawarkan bangunan ini,” ungkap Deny.

Tanpa memerlukan waktu lama, Canopy Center Pontianak pada akhir Mei 2016 lalu, oleh Wali Kota Pontianak, secara resmi membuka tempat itu.

Kopi bagi Deny, hal yang mempengaruhi dalam mood. “Kopi itu semacam pembuka hari. Kalau rasa kopinya gak enak, seakan berpengaruh pada hari yang akan dilalui,” kata Deny, Kamis (15/12).

Dia mengaku kini pecinta kopi. “Padahal dulu gak terlalu suka kopi, tapi sekali nyoba, terus akhirnya saya mulai tahu citarasa kopi yang sesungguhnya gimana,” ujar dia.

Di sini, varian kopi terutama Arabika dari beberapa wilayah Indonesia penghasil kopi ternama, dapat dinikmati pengunjung.

Agar pengunjung betah, Canopy Center Pontianak didesain secara singularis memberi kesan elegan, namun tidak kaku.

“Tema utama sebenarnya kayu. Sengaja dipadukan secara kontemporer untuk menambah nyaman para pengunjung,” jelas Deny.

Canopy Center Pontianak tetap konsisten dengan keinginan menjadi tempat kreator Kota Pontianak, dan umumnya Kalimantan Barat.

Di sini, saban sepekan sekali, diadakan diskusi tentang film pendek karya sineas Kota Pontianak dan sekitarnya, juga sejumlah kegiatan lainnya. “Karena saya juga suka seni, di sini juga ada galeri,” katanya.

Deny menambahkan, dirinya juga telah menyiapkan ruang rapat serta kamar penginapan bagi pelancong domestik dan mancanegara.

Penginapan dengan harga bersahabat, terutama bagi backpeacker yang ingin menyelami keindahan panorama dan kebudayaan Kalimantan Barat.

Penyediaan tempat penginapan, dikatakan Deny, bagian dari cita-citanya untuk mempopulerkan keindahan Kalimantan Barat, juga dijuluki Amazon Asia.

“Dapat menampung 20-30 orang,” ujar Deny.

Diungkapkannya, ada tiga hal yang dapat mendorong kemajuan dan perkembangan industri kreatif. “Tiga hal yang harus kita satukan yakni inovasi, enterpreneur dan bisnis. Jika hanya berbekal idealisme, upaya ini akan berjalan di tempat,” pungkas Deny.

Maka tak salah jika Anda punya waktu luang dapat kongkow di Canopy Center Pontianak yang berlokasi di Jalan Purnama, Kota Pontianak, untuk mengirup aroma dan menyeruput kopi racikan baristanya. (riz/has)

Baca Juga:
Rumah Besar Kafe Canopy Center Pontianak Resmi Dibuka

Tersangka Korupsi Mebeler Rusunawa IAIN Mulai Disidang 
Upaya Kedai Cangkir Kopi Mempopulerkan Kopi Khatulistiwa