Senin, 21 Oktober 2019


Rupiah dari Lezatnya Cencalok

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 953
Rupiah dari Lezatnya Cencalok

JUAL CENCALOK - Warung pinggiran jalan raya Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang menjual cencalok, Senin (20/11). (SP/Noi)

BENGKAYANG, SP - Siapa di Kalbar ini yang tak kenal cencalok atau biasa juga disebut cincalok, makanan khas terbuat dari udang rebon yang difermentasikan.

Makanan ini, merupakan lauk pelengkap yang menjadi kegemaran banyak orang. Mulai dari warga di Kabupaten Sambas hingga Kota Pontianak, cencalok mudah didapat di pasar tradisional bahkan di tepian jalan.

Seperti yang berjejer di sepanjang Jalan raya Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, terdapat cukup banyak pondok atau warung yang menjual aneka makanan hasil laut daerah ini, mulai dari teri, ikan asin, sotong atau cumi kering dan pastinya cencalok.

"Yang ini cencalok tanpa pewarna, harganya Rp35 ribu per kilo," kata Rosi, satu di antara pedagang, Senin (20/11).

Rosi dan suaminya Budi, berjualan ikan asin dan cencalok sudah sejak dua tahun belakangan, dari sini mereka bisa meraup keuntungan yang lumayan besar.

"Kalau hari libur biasanya banyak yang singgah, ini menjadi oleh-oleh bagi mereka yang hendak pulang ke Pontianak, saya juga pernah mengirim ke Jakarta," sahut sang suami.

Aneka asinan ikan mulai dari ikan talang, tongkol, tenggiri, dijual seharga Rp35 ribu hingga Rp180 ribu per kemasan.

"Kami mendapatkan ikan ini dengan cara membeli dari para pembuatnya langsung, khusus cencalok kami buat sendiri dan tanpa pewarna sehingga lebih baik lah,"pungkasnya.

Dalam sehari, pasutri ini setidaknya bisa meraup keuntungan Rp200 ribu hingga Rp350 ribu. Hasil ini mereka gunakan untuk keperluan sehari-hari dan menyekolahkan anak-anak mereka. (noi)



  •