Kamis, 14 November 2019


Paceri Nanas dan Sayur Keladi Didaftarkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 842
Paceri Nanas dan Sayur Keladi Didaftarkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Paceri nenas. (net)

PONTIANAK, SP - Setelah mendapatkan pengakuan warisan budaya tak benda untuk arakan pengantin, makan berseprah dan corak insang di tahun lalu, Pemerintah Kota Pontianak kembali mengajukan paceri nanas dan sayur keladi untuk kategori sama di tahun 2018 ini.

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Rendrayani menerangkan untuk dua usulan ini, sebagaimana biasa mereka melakukan penelitian lebih dahulu. Namun ternyata bukan perkara gampang. Tim kesulitan mencari tinjauan literatur karena tak banyak yang menulis soal dua makanan khas Pontianak ini.

"Literaturnya itu yang agak memberatkan kita, tidak banyak orang yang meneliti tentang itu. Ini (sayur) dianggap hal biasa tapi sebenarnya ada makna-makna tersirat," katanya, JumatĀ  (23/2).

Saat ini setidaknya sudah ada empat warisan budaya tak benda milik Kota Pontianak. Selain tiga yang disebut di atas, satu yang lain adalah meriam karbit. Pencatatan warisan tersebut sebagai warisan budaya tak benda, penting agar pelestariannya tetap terjaga.

Rendrayani menerangkan, berdasarkan penelitian literatur, paceri nanas dikenal sejak abad 18. Keberadaannya bersamaan dengan Kesultanan Pontianak. Maka tak heran jika sayur ini jadi menu wajib dalam tradisi beseprah.

Di tempat lain, sayur dengan nanas memang ditemui. Misalnya di Riau dan Aceh. Namun bumbunya berbeda. Di sana, sayur nanas dibuat bening. Sementara di Pontianak, kuahnya kental mirip bumbu kari.

Sementara untuk sayur keladi, tidak semua jenis keladi yang ada bisa disayur. Selain itu, sama seperti paceri nanas, ada sentuhan bumbu khas timur tengah yang tidak ditemukan di daerah lain. (bls)