BP3AKB Kabupaten Landak Tangani Kasus Dugaan Perkosaan Anak oleh Ayah Tiri

Landak

Editor sutan Dibaca : 962

BP3AKB Kabupaten Landak Tangani Kasus Dugaan Perkosaan Anak oleh Ayah Tiri
Kantor BP3AKB Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. (SUARA PEMRED/ SUTAN K L)
LANDAK, SP - Nasib malang menimpa seorang bocah perempuan berusia 10 tahun, sebut saja namanya Bunga, warga Kecamatan Banyuke Hulu,  Kabupaten Landak. Bunga diduga jadi korban pemerkosaan yang  dilakukan oleh ayah tirinya.
Kini kasus tersebut ditangani  Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Landak.

Menurut Kepala BP3AKB Landak, C Darmo CL, korban saat ini duduk dikelas III SD. "Menurut informasi yang kami terima, bocah ini merupakan korban pelecehan seksual. Bocah ini tergoncang jiwanya dan diapun melarikan diri ke Kabupaten Bengkayang," ujar Darmo di Polres Landak, Selasa (30/8).

Diceritakan, Bunga ditemukan oleh seorang warga Bengkayang yang langsung membawanya ke Polres setempat. "Mendapat informasi itu, kitapun langsung menjemput Bunga ke Bengkayang dan kita bawa pulang ke Landak untuk membuat laporan polisi. Tapi tidak bisa karena orangtua korban tidak ada yang menemaninya. Kemudian, kita antar ke psikiater di Pontianak,” kata Darmo.

Di Pontianak, psikiater tidak mau menerima Bunga karena tidak ada orangtuanya dan laporan polisi. “Akhirnya kita antar anak ini pulang ke rumahnya," kata Darmo.

Sampai di rumah Bunga, Darmo lantas memanggil ketua RT, kepala dusun (kadus), kepala desa (kades) dan tokoh masyarakat setempat. "Kepada mereka kami mengatakan bahwa anak ini belum bisa diurus. Kami titip anak ini untuk sementara. Tapi orantua harus membuat laporan ke polisi supaya anak ini bisa kami urus," katanya.

Namun sudah kurang lebih empat minggu kejadiannya, anak inipun lari lagi ke Bengkayang. "Bocah ini akhirnya dibawa ke Polsek Bengkayang setelah ditemui oleh anggota Satpol PP. Makanya kita bawa lagi bocah ini pulang ke Landak," ujarnya.

BP3AKB Landak sendiri berjanji akan terus berupaya menyelamatkan bocah tersebut. Jika nanti sudah ada laporan polisi, kata Darmo, Bunga akan dibawa ke psikiater dulu untuk mengobati jiwanya yang terguncang.

Sementara Kapolres Landak, AKBP Wawan Kristyanto mengakui bahwa kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dan kasus pemerkosaan di Landak tahun 2016 ini menunjukan peningkatan.

   "Dari Januari hingga Agustus tahun 2016 ini ada 16 kasus yang kita tangani. Untuk Januari ada satu kasus, Februari satu kasus, Maret tiga kasus, April satu kasus, Mei dua kasus, Juni kosong, Juli kasus dan Agustus lima kasus termasuk bocah dari Desa Untang ini," jelasnya.

Dikatakan, penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur dan pemerkosaan di Polres Landak tetap dilakukan proses lidik. "Untuk tahun 2016 ini ada lima kasus yang P21. Sisanya masih proses lidik dan ada pelimpahan berkas perkara di Kejaksaan," terangnya.

Kapolres mengakui, untuk tahun 2016 ini memang belum ada kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dan pemerkosaan yang diselesaikan secara adat. "Kita berusaha untuk melakukan proses penyidikan dengan mengedepankan upaya penegakan hukun positif. Pelaporpun kita berikan pemahaman akan hal ini. Merekapun paham dan minta diproses hukum supaya pelaku jera. Kalau selama ini kasus diselesaikan secara adat dengan membayar denda adat, nanti pelaku tidak akan jera," ungkap Wawan. (dvi/bah/sut)