Tidak Mampu Bayar Gaji, 14 Karyawan PT RKP di PHK

Landak

Editor sutan Dibaca : 817

Tidak Mampu Bayar Gaji, 14 Karyawan PT RKP di PHK
Ilustrasi (SP)
NGABANG, SP – Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Rejeki Kencana Prima (RKP) yang berada kawasan Desa Amboyo Selatan,  Kecamatan Ngabang dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 14 karyawannya. 

Salah satu karyawan yang di PHK, Paulus tidak terima  adanya PHK, karena pemberhentian tersebut dianggap sepihak.  

“Saya sudah bekerja sejak tahun 2008. Tapi pada 3 Oktober 2016 lalu tiba-tiba saya di PHK secara sepihak tanpa alasan yang jelas oleh pihak direksi. Bukan hanya saya, 13 karyawan lainnya juga diperlakukan sama oleh perusahaan," kata Paulus kepada Suara Pemred.

Diakuinya, karyawan yang di PHK sudah menerima  pesangon.  Namun jumlahnya tidak sesuai dengan masa kerja dan jumlahnya berbeda-beda.  “Seperti saya yang sudah bekerja selama delapan tahun,  hanya menerima pesangon sebesar Rp 6,8 juta,” sebut Paulus , mantan mandor. 

Menurut Paulus jumlah pesangon  tersebut sangat merugikan. Terlebih sepengetahuannya, mereka tidak pernah melanggar aturan perusahaan.   "Kami sudah berkeluarga, tiba-tiba di PHK. Padahal kami bekerja selama ini tidak pernah buat masalah," akunya.

Dia menceritakan, pemberitahuan pemberhentian kerja dilakukan perusahaan pada 25 Oktober 2016 lalu. Saat itu, secara tiba-tiba perusahaan memanggil ke 14 karyawan dan diberitahu tidak bekerja lagi.  "Pak Direksi mengatakan, pada 28 Oktober kami tidak boleh kerja lagi. Alasannya, perusahaan tidak mampu lagi membayar karyawan," kenangnya.

Ia menganggap, alasan pemberhentian tersebut kurang tepat. Pasalnya, informasi yang diterima, pihak perusahaan masih menerima karyawan baru dari luar. 

Sementara itu, Mulyadi Akian, salah satu perwakilan perusahaan mengakui ada PHK tersebut, alasannya perusahaan tidak mampu membayar gaji sejumlah karyawan.  "Pesangon yang kami bayarkan itupun selama tiga bulan gaji," kata Akian singkat. (dvi/ang)