Minggu, 17 November 2019


Warga Desa Amboyo Inti Digegerkan Penemuan Sosok Mayat Perempuan

Editor:

Soetana Hasby

    |     Pembaca: 1259
Warga Desa Amboyo Inti Digegerkan Penemuan Sosok Mayat Perempuan

Ilustrasi

NGABANG, SP – Warga Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang, digegerkan dengan penemuan sosok mayat perempuan di area perkebunan kelapa sawit PTPN XIII, tepatnya di Afdeling III, Selasa (3/1) pagi.

Kepolisian hingga saat ini masih menyelidiki kasus penemuan mayat perempuan, yang identitasnya belum diketahui.

Kapolres Landak AKBP Wawan Kristyanto mengimbau warga agar tidak berasumsi soal kasus penemuan mayat perempuan itu. 

“Saya mohon untuk tidak berasumsi dan menyimpulkan sendiri. Karena kalau salah berpendapat dan menjadi opini akan muncul masalah baru,” ujar Kapolres saat dikofirmasi melalui telepon.

Ditegaskan Kapolres, kasus penemuan mayat perempuan itu masih diselidiki. “Biarkan kami dari kepolisian mengungkap kasus ini dengan bukti-bukti dan saksi-saksi,” jelas AKBP Wawan Kristyanto.

Sosok mayat perempuan itu pertama kali diketahui oleh Turman, yang hendak memanen sawit di Afdeling III.

Mulanya, Turman mengaku mencium bau busuk bangkai, namun dia tak menggubris karena berpikir bahwa itu bau busuk dari bangkai tikus.

“Tapi, di situlah saya lihat ada sesosok mayat tergeletak. Sayapun langsung melaporkan penemuan mayat tersebut kepada mandor m elalui telepon," ungkapnya.

Penemuan mayat selanjutnya dilaporkan ke Kepolisian. Tim Identifikasi (Indonesian Automatic Fingerprints Identification System/Inafis) dan personel Polres tiba di lokasi penemuan mayat.

Hasil dari olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang bukti di antaranya dompet, diduga milik korban.

Penemuan mayat ini menambah daftar kasus penemuan mayat di jajaran Polres Landak. Dua kasus serupa sebelumnya terjadi di Desa Setabar, Kecamatan Mandor dan Desa Darit, Kecamatan Menyuke Hulu. (dvi)

Baca Juga:
Pemkab Berencana Bangun Kembali Jembatan Sungai Kupah
Vincensius: Cetak Sawah di Landak Akan Terus Dikembangkan 
Kadis: Semua Sampah Diolah Menjadi Energi Listrik