THR Pegawai Diperkirakan Cair Pekan Depan

Landak

Editor Kiwi Dibaca : 756

THR Pegawai Diperkirakan Cair Pekan Depan
ilustrasi
LANDAK, SP - Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak direncanakan akan disalurkan pada pekan depan. Hal tersebut dikatakan Penjabat Sekda Landak, Alpius di Kantor Bupati Landak, Jumat (16/6).

 Selain para PNS, para pensiunan PNS pun akan mendapatkan THR.
"Mudah-mudahan THR untuk PNS bisa keluar minggu depan. Pensiunan PNS otomatis mendapat THR," katanya.

 Dijelaskan, saat ini penerimaan transaksi keuangan untuk ke depan sampai Oktober dan 1 Januari 2018, termasuk pembayaran THR sudah menerapkan sistem non tunai.
"Hal ini sudah diinstruksikan oleh pemerintah pusat supaya pemerintah kabupaten/kota bisa menerapkan sistem non tunai itu. Ini untuk meminimalisir adanya praktek pungli dan potongan lainnya," jelas Alpius.

 Ditambahkan Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Landak tersebut, penerapan sistem non tunai itu sudah disosialisasikan oleh Pemerintah Pusat.
"Besarnya THR untuk PNS ini berdasarkan gaji pokok selama satu bulan. Pembayaran THR inipun langsung ditransfer ke rekening masing-masing PNS yang menerimanya," pungkasnya.

Sementara Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa mengintruksikan kepada jajaran pimpinan SKPD dilingkungan Pemkab Landak dan pihak swasta yang ada di Landak untuk segera mencairkan THR kepada PNS dan karyawan swasta. Menurutnya, persoalan THR sudah sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) dan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) tahun 2017 tentang petunjuk teknis pelaksanaan pemberian THR.

"Bapak Presiden sudah menandatangani peraturannya dan Menkeu juga sudah mengeluarkan peraturan sebagai payung hukum tambahan pelaksanaan pembayaran THR," ujar Karolin.

 Ia menegaskan, tidak ada alasan lagi untuk tidak membayarkan THR kepada para PNS dan karyawan swasta.
"THR ini merupakan hak bagi semua PNS di instansi pemerintah dan karyawan di perusahaan swasta," tegasnya.
Karolin mengingatkan agar tidak ada potongan terhadap dana tersebut.

“Kalau masih ada pemotongan, itu sama saja dengan pungli. Jangan sampai ada laporan bahwa THR ada pemotongan. Kalau memang ada, tentu akan kita tindak tegas. Besaran THR yang diterima inipun harus sesuai dengan gaji pokok," jelasnya. (dvi/bah)

Komentar