Bangunan Rumah Walet Roboh

Landak

Editor Kiwi Dibaca : 811

Bangunan Rumah Walet Roboh
ROBOH - Robohnya rumah sarang burung walet di Ngabang menjadi tontonan masyarakat setempat, Rabu (30/8). Enam pekerja bangunan menjadi korban dari peristiwa tersebut. Dua diantaranya meninggal.
LANDAK, SP – Bangunan rumah sarang burung walet di Dusun Hilir Tengah I Desa Hilir Tengah Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak roboh pada Selasa (29/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Akibatnya, dua dari enam pekerja tewas tertimpa reruntuhan bangunan.  

Kapolres Landak, AKBP Bowo Gede Imantio mengatakan, dari hasil perkembangan pemeriksaan kasus, diketahui bangunan rumah sarang burung walet itu milik Atat.  

"Begitu anggota kita menerima laporan robohnya rumah tersebut, anggota langsung mendatangi TKP. Kami dengan dibantu BPBD Landak dan masyarakat mengevakuasi para korban yang tertimpa reruntuhan rumah sarang walet tersebut. Para korban langsung dibawa ke RSUD Landak," ujar Bowo, Selasa (29/8) malam.  

Dua korban yang meninggal adalah Ya' Jaelani (35) dan Daeng Sanusi (54). Satu korban lainnya yakni, Safri (32) di rujuk ke rumah sakit di Pontianak karena mengalami luka berat.   Sedangkan korban selamat yakni Jamani (54) mengalami luka berat dan Chairulmansyah (46) juga mengalami luka-luka. Sedangkan korban luka ringan yakni Hamdan (60) yang mengalami keseleo pada bagian kaki. Semua korban merupakan warga Ngabang.  

Sementara Wakil Bupati (Wabup) Landak, Herculanus Heriadi yang meninjau langsung lokasi robohnya rumah sarang walet tersebut sangat menyayangkan adanya pembangunan rumah sarang walet tersebut.  

"Saya melihat jika rumah sarang burung walet itu dibangun di pinggir sungai dengan struktur tanah yang tidak baik, apalagi di situ ada yang menyedot pasir. Seharusnya pemilik tanah dengan pihak yang membangun rumah walet itu coba jangan bangun di tepi sungai,” katanya.  

Terlebih, lokasi pembangunannya rawan banjir. Kekuatan tanahnya masih diragukan. Heri menegaskan, dirinya tidak setuju rumah walet itu dibangun di pinggir sungai.  

"Dalam waktu dekat ini kita akan membahas Perda rumah sarang burung walet, sehingga bisa menambah PAD bagi Landak. Kita akan menertibkan rumah walet tersebut. Lagipula membangun rumah walet ini ada standarnya seperti memiliki IMB, izin gangguan atau HO,” katanya. (dvi/bah)
 

Komentar