Selasa, 24 September 2019


PNS Pemkab Landak Tes Urine

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 594
PNS Pemkab Landak Tes Urine

TES URINE - PNS di lingkungan Pemkab Landak bersiap dites urine, baru-baru ini.

LANDAK, SP - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Landak menggelar tes urine bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Landak, baru-baru ini. Tes urine itu dikemas dalam kegiatan rapat koordinasi intensif dalam rangka peningkatan disiplin PNS di aula Kantor Bupati Landak.  

Tes urine dilakukan oleh petugas dari RSUD Landak. Para PNS yang menghadiri rapat koordinasi di aula Kantor Bupati tersebut dilarang untuk keluar ruang aula. Semua pintu yang ada di aula Kantor Bupati Landak, dijaga oleh Satpol PP. Hal ini bertujuan supaya para PNS yang akan diperiksa urinenya tidak melarikan diri sebelum menyerahkan air seninya ke petugas pemeriksa.   Bupati Landak, Karolin Margret Natasa menegaskan, pemerintah saat ini sedang giat-giatnya memberantas peredaran narkoba.  
"Oleh karena itu, pemerintah daerah sebagai wakil pemerintah pusat wajib mendukung program tersebut. Saya mengajak semua terutama pejabat eselon II, III dan IV untuk melaksanakan tes urine. Ini sebagai sebuah langkah prefentif untuk mencegah tindakan penyalahgunaan narkoba," ujarnya.   

Ditegaskan, tes urine yang dilakukan itu bukan untuk mencari-cari kesalahan. "Ini merupakan wujud komitmen pemda untuk mendukung program nasional pemberantasan narkoba," katanya.   Sementara Wabup Landak, Herculanus Heriadi meminta para ASN tidak perlu takut untuk diperiksa urinenya.  

"Kalau saya sudah diperiksa waktu saya mencalonkan diri sebagai Wabup Landak periode pertama, saya pernah dikatakan saya narkoba. Tapi setelah dilakukan tes, negatif. Kalau saya tidak memakai narkoba, ngapain saya takut ikut tes urine. Jika merasa bukan pemakai narkoba, tidak perlu takut dites urine," katanya.  

Ia mengatakan, tes urine yang dilakukan kepada PNS tersebut sebagai contoh untuk masyarakat.   "Apalagi narkoba di Landak ini sudah sangat luar biasa. Ini harus kita berantas dan kita perangi. Narkoba ini merusak saraf," tegasnya.  

Heriadi juga berharap aparat hukum bisa menindak tegas pelaku narkoba, terlebih di Kota Ngabang ini narkoba sudah merajalela.   "Apalagi Ngabang, Sengah Temila dan Mandor merupakan jalur sutra. Bahkan, coba dicek di arah Nahaya itu, mereka bertransaksi narkoba di kebun-kebun," terangnya. (dvi/bah)