Angka Kurang Gizi di Landak Tinggi

Landak

Editor Kiwi Dibaca : 590

Angka Kurang Gizi di Landak Tinggi
ANAK – Kasus stunting (kurang gizi) pada anak masih didera Kabupaten Landak. Angka cukup tinggi yakni 32,69 persen.
LANDAK, SP - Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 lalu, angka stunting di Kabupaten Landak sebesar 32,69 persen. Riskesdas itu sendiri dilaksanakan langsung oleh Kementerian Kesehatan RI. Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Menurut Bupati Landak yang diwakili Asisten II Setda Landak, Jaya Saputra, saat ini stunting mengancam anak bangsa.

"Maka dari itu, kita bersama-sama perlu memahami masalahnya dan menemukan solusi pemecahannya," ujar Jaya saat membuka advokasi pengambil kebijakan dan stakeholder di tingkat Kabupaten, refleksi, phase out dan rencana keberlanjutan program kampanye gizi nasional di Landak, Kamis (19/10).

Dikatakan, gizi anak balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius, sehingga perlu penanganan. "Salah satunya adalah masalah stunting. stunting adalah suatu kondisi panjang atau tinggi badan anak di bawah standar untuk anak seusianya saat ini," kata Jaya.

Dijelaskan, beberapa faktor yang dapat dihubungkan dengan stunting di antaranya, kurang gizi, kurang higienitasnya lingkungan yang kurang baik dan pola asuh.
Jaya mengajak masyarakat Landak untuk bersama-sama melakukan pencegahan stunting bagi anak-anak sebagai generasi penerus.

  
"Stunting bisa dicegah dengan memastikan kesehatan dan kecukupan gizi pada seribu hari pertama kehidupan atau mulai janin sampai dengan umur dua tahun. Kita di Pemkab Landak juga memberikan perhatian penuh dalam upaya perbaikan gizi masyarakat dengan sejumlah program," terang Jaya.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Landak, Sutina Purnamasari mengakui jika angka stunting di Landak lumayan tinggi.
"Kita harapkan ke depan para generasi penerus kita di Landak ini jangan sampai terjadi stunting. Sebab, stunting dapat berakibat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan, terutama untuk kecerdasan anak," jelas Sutina.

Sutina juga berharap, kampanye gizi nasional itu bisa didengar masyarakat di Landak. "Kita tahu di Landak masalah kesehatan, terutama gizi tidak bisa diselesaikan oleh Dinas Kesehatan saja. Tapi stakeholder dan masyarakat ikut terlibat dalam masalah ini," kata Sutina.

Diterangkan, tingginya angka stanting di Landak terdapat di empat kecamatan yakni Menyuke, Sengah Temila, Kuala Behe dan Kecamatan Mempawah Hulu.
"Makanya kita fokus pada empat kecamatan itu. Pesertanyapun berasal dari empat kecamatan tersebut," ucap Sutina. (dvi/bah)