Empat Kecamatan Dapat Program Generasi Sehat Cerdas

Landak

Editor Kiwi Dibaca : 597

Empat Kecamatan Dapat Program Generasi Sehat Cerdas
BUKA WORKSHOP - Asisten Pemerintahan Setda Landak, Alessius Asnanda membuka kegiatan workshop koordinasi program Generasi Sehat Cerdas (GSC) di aula Kantor Bupati Landak
LANDAK, SP - Bupati Landak yang diwakili Asisten Pemerintahan Setda Landak, Alessius Asnanda membuka kegiatan Workshop Koordinasi Program Generasi Sehat Cerdas (GSC) di aula Kantor Bupati Landak, Selasa (31/10).

Workshop yang digelar oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DSPMPD) Kabupaten Landak itu diikuti para fasilitator GSC, penanggung jawab program GSC dan peserta lainnya. Hadir sebagai narasumber dalam workshop yang berlangsung selama satu hari itu Bappeda Landak, Dinas Kesehatan Kabupaten Landak dan TP PKK Landak.

Panitia Penyelenggara Workshop, Fransiskus Hery Sarkinom mengatakan, program GSC merupakan salah satu program pemerintah dalam rangka penanggulangan kemiskinan, khusus di bidang kesehatan dan pendidikan melalui program GSC.

"Dalam jangka panjang, program ini akan selalu mengedepankan dasar-dasar pemberdayaan yang diyakini mampu mengurangi kemiskinan dan mendorong terciptanya generasi yang kita harapkan yakni generasi sehat dan cerdas, " ujar Hery. Dikatakan, Landak merupakan salah satu kabupaten di Kalbar yang menjadi lokasi program GSC sejak tahun 2014 lalu.

   "Jumlah kecamatan penerima program ini di Landak ada empat kecamatan yakni Kuala Behe, Menyuke, Sengah Temila dan Mempawah Hulu dengan 58 desa," jelas Hery.

Dalam arahannya, Alessius Asnanda mengatakan, program GSC tersebut untuk efektivitas pencapaian indikator keberhasilan program dan memastikan pengarusutamaan serta keberlanjutan pelayanan sosial dasar di desa dan daerah secara terpadu.

"Saat ini Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tengah menggulirkan kegiatan-kegiatan yang konkret, khususnya dalam mencapai kemandirian desa. Hal ini wujud dari keseriusan pemerintah untuk percepatan pembangunan desa dengan tetap menjaga posisi kedaulatan desa, " ujar Alessius.

Dikatakan, sejalan dengan amanah UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pengembangan pelayanan PAUD merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan Nawacita Presiden RI. "Adalah kekeliruan apabila orangtua menyerahkan pada lembaga pendidikan bernama PAUD semata, " katanya. (dvi/bah)