Pemda Landak Gelar Bimtek Adat

Landak

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 429

Pemda Landak Gelar Bimtek Adat
BIMBINGAN TEKNIS - Sejumlah tokoh adat se Kabupaten Landak mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) yang dilaksanakan oleh DSPMPD Landak di Aula Kantor Bupati, Senin (18/12). Melalui Bimtek itu, para tokoh adat diharap bisa lebih memahami Tupoksi. (SP/Devi)

DAD Minta Pemerintah Beri Insentif


Sekretaris DAD Kuala Behe, Yahuda Oron 
"Kami memang sangat mengharapkan pemerintah melakukan pembinaan terhadap tokoh adat, secara khusus untuk menyikapi bagaimana masyarakat adat bisa mewujudkan tatanan kehidupan bermasyarakat, khusus di bidang hukum adat,"

NGABANG, SP
- Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DSPMPD) Landak menggelar bimbingan teknis (Bimtek) kepada para tokoh adat Kabupaten Landak di Aula Utama Kantor Bupati Landak, Senin (18/12). 

Kegiatan itu sendiri dibuka Bupati Landak yang diwakili Asisten Pemerintahan Setda Landak, Alessius Asnanda. Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala DSPMPD Landak Andi Ali; Wakil Ketua DAD Landak Yohanes Meter; Sekretaris DAD Landak Erick Yohanes; dan undangan lainnya.

Dalam arahan Bupati Landak yang disampaikan Ales mengatakan, Pemerintah Daerah wajib untuk aktif dalam melaksanakan pelestarian dan pengembangan adat istiadat, budaya dan nilai-nilai sosial budaya masyarakat. 

Pentingnya pelestarian adat istiadat dan nilai sosial budaya masyarakat itu diperkuat dengan hadirnya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang disusun dengan semangat penerapan amanat konstitusi yakni, pengaturan masyarakat hukum adat.

Menurutnya, dengan konstruksi menggabungkan fungsi desa sebagai organisasi komunitas lokal yang mempunyai pemerintahan sendiri, dengan desa sebagai bentuk pemerintah lokal yang otonom, diharapkan kesatuan masyarakat hukum adat yang selama ini merupakan bagian dari wilayah desa, ditata sedemikian rupa menjadi desa dan desa adat. 

"Desa dan desa adat pada dasarnya melakukan tugas yang hampir sama. Oleh karena itu supaya memahami fungsi dari desa adat, DSPMPD Landak melakukan pembinaan bagi lembaga adat dan tokoh adat dalam bentuk Bimtek hukum positif," kata Ales.

Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Kuala Behe, Yahuda Oron menyambut baik dilaksanakannya Bimtek tokoh adat yang ada di Kabupaten Landak. 

"Kami memang sangat mengharapkan pemerintah melakukan pembinaan terhadap tokoh adat, secara khusus untuk menyikapi bagaimana masyarakat adat bisa mewujudkan tatanan kehidupan bermasyarakat, khusus di bidang hukum adat," ujar Yahuda.

Ia menilai, Pemkab Landak sudah berupaya untuk mengayomi para tokoh adat yang ada di Landak. 

"Tapi kita terus berjuang supaya ada insentif dari pemerintah untuk para pengurus adat tersebut," katanya.

Yahuda mengakui, saat ini memang tidak semua pengurus adat mendapat insentif dari pemerintah. 

"Selama ini hanya para Timanggong saja yang menerima insentif dari pemerintah sebesar Rp450 ribu per bulan melalui Alokasi Dana Desa (ADD). Di bawah Timanggong itu ada para Pasirah dan Pangaraga yang tidak mendapatkan insentif," jelasnya.

Diharap Paham Tupoksi


Wakil Ketua DAD Landak, Yohanes Meter berharap kepada para tokoh adat supaya lebih mengetahui dimana kedudukannya sebagai tokoh adat. 

"Makanya nanti akan kita sampaikan AD/ART DAD Landak. Dengan demikian para tokoh adat ini bisa bekerja sesuai dengan tupoksinya," harap Yohanes Meter yang juga bertindak selaku narasumber dalam Bimtek tersebut.

Ia mengakui, selama ini para tokoh adat di Landak sudah bekerja sesuai dengan tupoksinya. Namun dengan adanya kemajuan teknologi, perkembangan zaman, mobilisasi penduduk yang luar biasa, dengan adanya perkembangan itu, perlu adanya sejumlah penyempurnaan. 

“Penyempurnaan tersebut melalui berbagai pemahaman, sehingga penerapannya didalam masyarakat sudah sesuai dengan apa yang kita kehendaki," harap Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Landak ini. (dvi/ang)