Senin, 23 September 2019


Zonasi Pasar Rakyat Dimulai

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 537
Zonasi Pasar Rakyat Dimulai

ZONASI PASAR - Diskumindag Landak sudah memasang plang los jualan dalam rangka pelaksanaan zonasi. Pemasangan plang itupun masih dalam tahap sosialisasi di lapangan. Ditargetkan pelaksanaan zonasi itu akan berlangsung Januari ini. (SP/Devi)

Pedagang Setuju Jika Fasilitas Memadai


Kabid Perdagangan Diskumindag Landak, Rosian
"Kita berharap pada saat pelaksanaan zonasi nanti, para pedagang itu mau dipindahkan di tempat dagangan yang baru. Targetnya, Januari ini zonasi itu sudah terlaksana. Setelah itu, tim gabungan akan turun lapangan untuk memantau pelaksanaan zonasi itu."

LANDAK, SP - Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Landak terus melakukan rencana zonasi di pasar rakyat Landak. Sosialisasi kepada para pedagang di pasar itupun sudah dilakukan secara optimal oleh instansi tersebut. 

Setelah sosialisasi, akan dilanjutkan dengan pemindahan para pedagang yang sudah ditentukan dalam kegiatan zonasi tersebut. Diskumindag Kabupaten Landakpun sudah mulai membagi-bagi tempat jualan para pedagang itu dengan memasang plang los jualan.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskumindag Landak, Rosian mengatakan, zonasi pasar rakyat Landak memang sudah ditagih oleh para pedagang, masyarakat luas dan termasuk Bupati Landak, Karolin Margret Natasa. 

"Ibu bupatipun turun langsung ke pasar rakyat untuk melihat kondisi pasar yang semrawut. Bupati langsung meminta kami untuk segera melaksanakan zonasi atau ditata kembali," ujar Rosian di kantornya, Rabu (10/1).

Menurutnya, memang tidak mudah memberikan pemahaman kepada para pedagang untuk pindah tempat berdagang sesuai zonasi. Untuk itu, pihaknya menggencarkan sosialisasi. 

“Kalau langsung kami surati rencana zonasi ini, tentu akan berantakan pelaksanaannya. Sebab, untuk tempat pedagang ayam hidup, posisinya belum ada dan dizonasi juga tidak ada. Akhirnya pedagang ayam hidup itu kami rangkul juga. Sebab, kalau kita biarkan dan tidak bertanggungjawab, maka tidak akan selesai zonasi pasar itu," terang Rosian.

Dikatakan bahwa penanganan para pedagang ayam ada di Dinas Pertanian. Instansi ini memiliki lahan di sekitar pasar rakyat. 

“Hanya saja lahannya tidak mencukupi dan tidak dimungkinkan lagi untuk membuat bangunan lagi. Apalagi tanahnya curam dan harus ditimbus tanah. Tentu akan memakan biaya yang besar," kata Rosian.

Selain itu, tambah Rosian, para pedagang ayam hidup itu juga tidak mau pindah. Hal ini dikarenakan penyaluran limbah belum juga difasilitasi. 

"Dari dulu kami sudah mengumpulkan para pedagang ayam hidup itu untuk pindah tempat jualan. Tapi tidak bisa juga," aku Rosian. 

Dalam pelaksanaan zonasi itu, Diskumindag Landak akan melakukannya secara satu persatu. Misalnya dari zona ikan, akan dipanggil untuk memberitahukan tempat jualan mereka yang baru. Demikian juga dengan pedagang lainnya. 

“Kita berharap pada saat pelaksanaan zonasi nanti, para pedagang itu mau dipindahkan di tempat dagangan yang baru. Targetnya, Januari ini zonasi itu sudah terlaksana. Setelah itu, tim gabungan akan turun lapangan untuk memantau pelaksanaan zonasi itu," kata Rosian. 

Salah satu pedagang pasar rakyat Landak, Muri mengaku sudah mengetahui adanya rencana zonasi pasar tersebut. 

"Saya sudah mengetahui rencana zonasi itu. Tapi di tempat jualan kami yang sekarang ini, kami sudah dalam posisi yang enak. Para konsumenpun dengan gampang untuk belanja di tempat kami," ujar Muri yang berjualan ayam potong. 

Namun demikian, ia mengatakan akan mengikuti dulu program zonasi tersebut. 

"Pada intinya, kita siap ditata. Tapi harus diingat, tempat jualan kami sekarang ini sudah ada yang memasang listrik. Kalau kita harus pindah, tentu kami akan memasang jaringan listrik baru lagi. Tentunya kami harus mengeluarkan biaya lagi," tambah pedagang lainnya.

Para pedagangpun mengaku kalau mereka sudah melakukan cabut undi pada pelaksanaan zonasi itu. 

"Tapi kami yang pedagang ayam potong tidak mau disatukan dengan agen ayam. Kalau bisa pada saat penataan nanti kami jangan disatukan dengan agen ayam," pinta Muri.

Tata Lokasi Parkir 


Masyarakat Kabupaten Landak menyambut baik adanya zonasi pasar di pasar rakyat Landak oleh Pemkab Landak. Masyarakat mengeluhkan selama ini kondisi di pasar rakyat terlihat semrawut dan tidak tertata dengan baik. 

"Terlebih pada pagi hari di saat masyarakat hendak berbelanja, keadaan pasar rakyat Landak cukup tidak teratur. Hal ini ditambah lagi dengan lokasi parkir yang juga semrawut, " ujar salah satu masyarakat Landak, Yapto. 

Menurutnya, zonasi pasar yang dilakukan Pemkab Landak itu memang sudah tepat. 

"Memang sudah saatnya dilakukan penataan kembali terhadap pasar itu. Dengan demikian masyarakat yang berjualan dan berbelanja cukup nyaman ketika melaksanakan aktivitasnya, " kata bapak dua anak ini. 

Ia berharap kepada para pedagang supaya mau ikut dalam kegiatan zonasi pasar itu. 

"Tapi yang saya sorot, masalah parkir di pasar rakyat yang cukup semrawut dan sering menimbulkan kemacetan. Kita tetap berharap parkir tersebut bisa ditata kembali, " harapnya. (dvi/bah)