Selasa, 15 Oktober 2019


Peluncuran Zakat Community Development di Dusun Otobasa

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 394
Peluncuran Zakat Community Development di Dusun Otobasa

LIHAT SAWAH - Asisten III Setda Landak, Bernadus beserta rombongan usai melihat budidaya pertanian dan padi sawah hasil dari program Zakat Community Development (ZCD) di Dusun Otobasa, Desa Keranji Paidang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kamis

40 Mustahik Terima Pupuk dan Sarana Produksi Pertanian


Bupati Landak, Karolin Margret Natasa yang diwakili Asisten III Setda Landak, Bernadus meluncurkan Zakat Community Development (ZCD) di Dusun Otobasa, Desa Keranji Paidang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kamis (8/2). 

SP - Launching atau peluncuran tersebut berlangsung di Masjid Jabal Nur Dusun Otobasa. ZCD itu sendiri disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Landak.

Selain launching, dilakukan juga penandatangan MoU bersama pendamping ZCD dan tenaga PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Landak dengan Baznas Landak. Dilakukan juga penyerahan pupuk, saprodi (sarana produksi), alat semprot dan kunci tempat penggilingan padi kepada masyarakat 40 mustahik (penerima zakat) di Dusun Otobasa. 

Ketua Baznas Landak, Wahidin Peni menjelaskan, ada lima bidang yang dilakukan dalam program ZCD itu.

"Kelima program itu yakni bidang ekonomi, bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang kemanusiaan dan bidang dakwah. Kalau tahap pertama ini, penyaluran ZCD yang kami lakukan ini berkenaan dengan pertanian. Pertanian ini masuk di bidang ekonomi," jelas Peni ditemui usai launching.

Dikatakan, dalam pengucuran program ZCD yang ada di Baznas, pendamping ZCD menyampaikan proposal ke Baznas. Setelah itu barulah pencairan dana.

"Sebelumnya kami sudah melakukan survei ke lapangan untuk melihat penanaman padi di Dusun Otobasa," ucapnya.

Ditegaskan, Dusun Otobasa merupakan target pertama dari Baznas pusat dan provinsi untuk penyaluran program ZCD tersebut.

"Untuk ke depannya kita akan mengusulkan daerah lain di wilayah lainnya. Sekarang kita sedang menyusun proposalnya. Mudah-mudahan tahun depan ada lagi program ZCD untuk daerah lainnya," harapnya. 

Dalam arahannya, Asisten III Setda Landak, Bernadus menyambut baik terkait peluncuran program ZCD tersebut.

"Baznas mengelola berupa uang yang dikumpulkan. Ini bukan hal yang asing lagi bagi kita. Kita menyisihkan sedikit rezeki kepada yang berhak menerimanya. Bagi umat Islam, memang diwajiban untuk berzakat. Ini sebagai tanda rasa kebersamaan sesama umat," ujarnya. 

Dikatakan, masalah zakat sudah diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2011. Oleh karena itu dibentuklah Baznas yang dimulai dari pusat, provinsi dan kabupaten. 

"Zakat yang dikumpulkan oleh Baznas ini akan disalurkan kepada masyarakat penerima yang ada di daerah dan sudah sesuai penilaian Baznas," katanya.

Ia meminta kepada masyarakat yang menerima program ZCD itu untuk selalu mensyukuri apa yang sudah diberi dari Baznas.

"Oleh karena itu, pergunakanlah zakat ini dengan sebaik-baiknya. Diatur juga pembagiannya dengan baik. Saya mengucapkan terimakasih kepada Baznas yang sudah menyalurkan program ini kepada masyarakat kami di Dusun Otobasa," tutupnya. (devi zulkarnain/bah)