Rabu, 13 November 2019


SMPN 2 Ngabang Bersiap UNBK

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 617
SMPN 2 Ngabang Bersiap UNBK

SOSIALISASI - Para orangtua/wali murid SMPN 2 Ngabang menghadiri sosialisasi pelaksanaan UNBK tahun 2018 ini. Sebagai sekolah rujukan, SMPN 2 Ngabang diwajibkan untuk melaksanakan UNBK. (SP/Devi)

Guru Imbau Wali Murid Awasi Belajar Anak


Kepala SMPN 2 Ngabang, Emi Inen 
"Peserta didik diberikan simulasi pelaksanaan UNBK sebanyak dua kali sebelum melaksanakan UNBK. Oleh karena itu, saya meminta orangtua murid untuk membimbing dan mengawasi anaknya dalam rangka persiapan UNBK itu."

LANDAK, SP - Untuk pertama kalinya, sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Landak akan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2018 ini. Pihak sekolahpun melakukan berbagai persiapan yang menyangkut pelaksanaan UNBK tersebut. 

Seperti yang dilakukan SMP Negeri 2 Ngabang, bersama pengurus Komite Sekolah, melaksanakan sosialisasi pelaksanaan UNBK kepada orangtua/wali murid yang berlangsung di aula SMPN 2 Ngabang, Sabtu (17/2). 

Sosialisasi itu sendiri langsung dihadiri Kepala SMPN 2 Ngabang, Emi Inen bersama sejumlah dewan guru dan Ketua Komite Sekolah SMPN 2 Ngabang, Alpian Alkap beserta sejumlah pengurus. 

Dalam arahannya, Emi mengatakan bahwa pelaksanaan UNBK di sejumlah SMP di Landak, khususnya SMPN 2 Ngabang, merupakan hal yang baru. 

"Yang namanya barang baru, tentunya banyak masalah yang dihadapi sekolah dalam pelaksanaan UNBK tersebut. Tapi, tahun ini kita memang harus melaksanakan UNBK tersebut. Apalagi kita sebagai sekolah rujukan yang mau tidak mau harus melaksanakan UNBK, " ujar Emi di hadapan orangtua/wali murid dan Komite Sekolah. 

Dikatakan, pelaksanaan UNBK memang tidak terlepas dari persiapan yang matang. Persiapan itu seperti persiapan peserta didik yang akan mengikuti UNBK. 

"Peserta didik kita diberikan simulasi pelaksanaan UNBK sebanyak dua kali sebelum melaksanakan UNBK. Oleh karena itu, saya meminta orangtua murid untuk membimbing dan mengawasi anaknya dalam rangka persiapan UNBK itu, " harapnya. 

Permasalahan lainnya, kata Emi, yakni jumlah komputer yang masih mengalami kekurangan. Demikian juga masalah server dan genset yang harus dibeli pihak sekolah apabila pelaksanaan UNBK dilaksanakan di SMPN 2 Ngabang.

"Untuk mengatasi hal ini, terpaksa kita meminta bantuan ke SMAN 1 Ngabang. Kita akan numpang di SMAN 1 Ngabang dalam pelaksanaan UNBK nanti," katanya. 

Sementara Ketua Komite SMPN 2 Ngabang, Alpian Alkap mengucapkan puji syukurnya dikarenakan ada peserta didik di SMPN 2 Ngabang yang bersedia meminjamkan laptopnya dalam pelaksanaan UNBK nanti.

"Tapi laptop itu akan diperiksa dulu oleh teknisi. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya masalah seperti kerusakan yang terjadi pada laptop milik murid tersebut, " katanya.

Orangtua Harus Berperan


Tokoh Pemuda Landak, Martinus berharap para orangtua murid dapat mengawasi anaknya belajar. Sebab, keberhasilan prestasi belajar murid tak hanya tergantung guru, melainkan dibutuhkan peran orangtua pula. 

“Para orangtua harus menyadari bahwa membimbing anak meraih prestasi belajar yang baik adalah prioritas dalam hidup. Jangan sampai karena kesibukan, anak jadi lupa diurus. Itu keliru besar,” kata Martinus. 

Martinus juga berharap Pemkab Landak bersama aparat hukum untuk memberlakukan jam malam menjelang pelaksanaan UNBK nanti.

“Anak-anak sekolah harus dipastikan ada di rumah ketika malam, belajar buat ujian. Bukan keluyuran kemana-mana,” pungkas Martinus. (dvi/bah)