Musrenbang, Heriadi Ingatkan Pejabat Susun Program Prioritas

Landak

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 312

Musrenbang, Heriadi Ingatkan Pejabat Susun Program Prioritas
MUSRENBANG - Pemkab Landak melaksanakan Musrenbang tahun 2018 di Aula Kantor Bupati Landak yang dibuka Plt Bupati Landak, Herculanus Heriadi, kemarin. (SP/Devi)
LANDAK, SP - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Landak, Herculanus Heriadi membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Landak tahun 2018 di Aula Kantor Bupati Landak, Selasa (13/3). 

Musrenbang Landak yang dilaksanakan itu dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Landak tahun 2019 mendatang. Adapun tema yang diambil dalam kegiatan Musrenbang itu yakni Mendorong Pembangunan dari Desa dengan Mengoptimalkan Sektor Pertanian sebagai Pengungkit Perekonomian.

Hadir dalam Musrenbang tersebut, Pj Gubernur Kalbar yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Umum Setda Provinsi Kalbar, Marlina dan jajaran Pemprov Kalbar, Ketua DPRD Landak, Heri Saman beserta sejumlah anggota, Pj Sekda Landak, Alpius, jajaran Forkompimda Landak, para Kepala SKPD dilingkungan Pemkab Landak, para camat se Landak, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Dalam arahannya, Heriadi meminta supaya kegiatan Musrenbang itu tak dianggap kegiatan seremonial saja.

"Saya ingatkan, Musrenbang yang kita laksanakan ini menjadi tolak ukur kita untuk bisa merencanakan program-program pembangunan Kabupaten Landak ke depannya. Rangkaian kegiatan Musrenbang inipun sudah kita mulai dari tingkat bawah yakni desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional," ujar Heriadi.

Menurutnya, program pembangunan yang dibahas dalam kegiatan Musrenbang tersebut, tentunya harus disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki Pemkab Landak.

"Dalam pelaksanaan Musrenbang ini, kalau kita menghitung, wah, banyak duitnya. Tetapi keperluannya juga banyak. APBD kita paling Rp1,2 miliar sampai Rp1,3 miliar,” kata Heriadi.

Meski APBD besar, tapi kegunaannya juga banyak, seperti untuk gaji pegawai, bidang kesehatan, pendidikan dan bidang wajib lainnya. 

“Jadi anggaran yang mau kita masak ini tinggal sedikit untuk pembangunan," jelas Heriadi.

Heriadi juga sempat mengkritik para Kepala Desa (kades) yang selalu memberikan banyak usulan program pembangunan dalam kegiatan Musrenbang di kecamatan.

"Padahal Dana Desa sudah ada. Saya berharap kepada leading sector terkait dan para camat supaya bisa memberikan pandangan kepada para kades kita. Jangan banyak-banyak membuat usulan pembangunan. Usulkanlah program pembangunan yang menjadi skala prioritas dan terarah serta tepat sasaran," pinta Heriadi. (dvi/bah)