Karolin Fokuskan Ekonomi Hijau untuk Perekonomian Masyarakat

Landak

Editor K Balasa Dibaca : 359

Karolin Fokuskan Ekonomi Hijau untuk Perekonomian Masyarakat
Karolin Margret Natasa. (SP/Umar)
LANDAK, SP - Calon gubernur (cagub) Kalbar, Karolin Margret Natasa mengatakan pihaknya akan memaksimalkan ekonomi hijau berkelanjutan untuk memanfaatkan potensi hutan yang ada dengan mengedepankan kelestarian alam.

“Pertumbuhan ekonomi hijau ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang meliputi pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan, meningkatkan ketahanan nasional, ekonomi dan lingkungan. Ini menjadi salah satu konsep pengembangan ekonomi kita, saat dipercayakan masyarakat Kalbar untuk memimpin provinsi ini ke depan," kata dia di Ngabang, Senin (19/3).

Ia menjelaskan, sebagaimana diketahui sebagaian besar masyarakat Kalbar tinggal di kawasan hutan baik itu hutan lindung, hutan produksi maupun kawasan wilayah lain. Masyarakat Kalbar juga sudah hidup ratusan tahun dan  menggantungkan hidupnya dari hasil hutan tersebut.

Maka itu, sambung dia, sumber daya alam yang ada di Kalbar harus bisa dinikmati oleh masyarakat Kalbar, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan hutan. 

“Kita tidak boleh hanya disuruh untuk menjaga hutan saja namun kita tidak bisa mendapatkan hasil dari hutan itu. Untuk itu, konsep ekonomi hijau yang berkelanjutan, akan menjadi salah satu program kita ke depan, agar terjadi keselarasan antara kepentingan ekonomi masyarakat dengan upaya melakukan konservasi alam," terangnya.

Guna mewujudkan hal itu, kata cagub nomor urut 2 ini, tentu harus ada kerjasama yang baik dari semua pihak agar bisa mengelola sumber daya alam secara bijaksana untuk anak cucu kita nantinya.

Ia menambahkan, pada masa pemerintahan Cornelis-Christiandy Sanjaya, pemerintah Kalbar sudah menyusun dokumen rencana pertumbuhan ekonomi hijau Provinsi Kalbar dengan analisis rinci di Kabupaten Kubu Raya, Ketapang dan Kayong Utara.

Dia menjelaskan, dalam penyusunan dokumen pertumbuhan ekonomi hijau tersebut, Provinsi Kalbar menggandeng berbagai pihak, seperti perwakilan pemerintah, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi, dan masyarakat.

“Sebagai modal pembangunan ekonomi hijau tersebut, Kalbar memiliki sumber daya alam yang berlimpah, baik di darat maupun laut. Dari luas sekitar 14,7 juta hektare wilayah Kalbar, sekitar 78 persen merupakan daratan dan sekitar 22 persen perairan," katanya.
 
Berkenaan itu, berdasarkan pola ruang pembangunan, pihaknya telah mengalokasikan sekitar 10,7 juta hektare untuk kawasan budi daya dan empat juta hektare untuk kawasan lindung.

“Pemetaan ini jelas sangat penting untuk menjamin bahwa pembangunan yang dilakukan bukan hanya untuk pertumbuhan kegiatan produksi di kawasan budi daya saja. Ini juga dilakukan untuk melindungi ekosistem yang ada di dalamnya," pungkasnya. (umr)