Minggu, 22 September 2019


Merawat Minat Baca Anak Desa, Polsek Air Besar Renovasi Taman Bacaan Kemala Cinta

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 559
Merawat Minat Baca Anak Desa, Polsek Air Besar Renovasi Taman Bacaan Kemala Cinta

RENOVASI – Anggota Polsek Air Besar merenovasi bangunan Taman Bacaan Kemala Cinta Indoensia di Desa Serimbu, Selasa (3/4). (SP/Devi)

Taman bacaan Kemala Cinta Indonesia di Desa Serimbu Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak terus berbenah diri. Taman bacaan tersebut memang binaan dari Polri dan satu-satunya yang ada di Landak.

SP - Kapolsek Air Besar Iptu Elfis Satria Efdi mengatakan, pembenahan yang dilakukan itu berupa pengecatan terhadap dinding luar dan dalam bangunan taman bacaan.

"Pengecatan yang kita lakukan ini supaya taman bacaan itu terlihat menarik dan bersih, sehingga bisa menarik masyarakat berkunjung ke taman bacaan ini, terutama anak-anak. Apalagi letak taman bacaan ini persis berada di samping SDN 07 Serimbu," kata Elfis, Selasa (3/4).

Ia berharap, supaya taman bacaan tersebut bisa dirawat secara bersama-sama masyarakat.

"Keberadaan taman bacaan ini supaya supaya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan anak-anak untuk lebih aktif membaca. Sebab, dengan membaca akan membuka jendela dunia," ungkapnya.

Elfis menambahkan, keberadaan taman bacaan itu juga bermanfaat untuk mendekatkan polisi dengan masyarakat.

"Polisi yang tadinya terkesan kaku, sangar, kurang bersahabat, bisa berubah persepsi atau paradigma masyarakat tehadap kepolisian zaman sekarang dengan hadirnya taman bacaan ini," tutupnya. 

Sementara itu, sejak tiga tahun silam, Polda Kalimantan Barat (Kalbar) memang menggalakkan membangun taman bacaan. Hampir seluruh wilayah di Kalbar khusus pedalaman dibangun taman bacaan lengkap dengan aneka buku serta komik.

Taman Bacaan ini menjadi salah satu program Bhayangkari untuk mendukung tugas operasi Preemtif Kepolisian bidang pembinaan dan pendidikan Kamtibmas kepada masyarakat khususnya generasi muda.

Dengan dana dari Yayasan Kemala Bhayangkari Polda Kalbar, taman bacaan itu diutamakan yang ada di perbatasan dan di pedalaman. 

Umumnya taman bacaan ini memanfaatkan kantor atau fasilitas yang tidak dipakai baik milik Polri atau Pemda, kemudian direnovasi dengan dana yang tidak begitu besar dan dukungan Bupati.

Sedangkan buku berasal dari sumbangan, baik itu dalam bentuk buku baik yang masih baru maupun bekas pakai tapi masih bagus. Program ini diklaim merupakan wujud kolaborasi yang sangat bagus untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di perbatasan dan di pedalaman. (devi zulkarnain/ang)