Kemenag Landak Serukan Zakat Fitrah, Anjuran Agama Penyempurna Puasa

Landak

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 302

Kemenag Landak Serukan Zakat Fitrah, Anjuran Agama Penyempurna Puasa
ZAKAT – Sejumlah warga menyerahkan zakat fitrah di Masjid Al-Ikhlas, Desa Ilie, Banda Aceh. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Landak mengeluarkan seruan amaliah Ramadan dan pelaksanaan Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) kepada umat Islam. (Net)
Kepala Kantor Kemenag Landak, Muhammad Natsir
"Kita harus mengeluarkan zakat fitrah yang nominal besaran zakatnya sudah kita tetapkan. Kita juga sudah mengeluarkan seruan amaliah Ramadan dan pelaksanaan ZIS yang sudah kita edarkan ke seluruh kecamatan di Landak ini,"

NGABANG, SP - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Landak mengeluarkan seruan amaliah Ramadan dan pelaksanaan Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) kepada umat Islam. Seruan yang sama juga disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Landak, Herculanus Heriadi melalui surat edarannya. 

Dalam surat edarannya itu, Plt Bupati Landak tidak berkeberatan dan menyetujui serta menyerukan kepada seluruh umat Muslim, khususnya seluruh pegawai negeri sipil (PNS) maupun instansi swasta, BUMN dan BUMD yang ada di Landak untuk menyisihkan rizkinya untuk melaksanakan gerakan ZIS Ramadan tahun ini.

Kepala Kantor Kemenag Landak, Muhammad Natsir menganjurkan kepada umat Islam untuk menyempurnakan ibadah puasanya dengan menunaikan zakat fitrah Ramadan tahun 2018 ini.

"Kita harus mengeluarkan zakat fitrah yang nominal besaran zakatnya sudah kita tetapkan. Kita juga sudah mengeluarkan seruan amaliah Ramadan dan pelaksanaan ZIS yang sudah kita edarkan ke seluruh kecamatan di Landak ini," ujar Natsir, Selasa (5/6).

Ia menegaskan, zakat fitrah itu memang wajib dilakukan bagi seluruh umat Islam di akhir Ramadan ini. "Kita juga mengimbau kepada para kaum muslimin dan muslimat untuk membantu para kaum dhuafa yang memerlukan zakat fitrah dan mengeluarkan zakat maal jika sudah mencapai nisab takaran atau ukurannya," jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan zakat fitrah dimulai satu Ramadan sampai 1 Syawal 1439 H sebelum khutbah di Salat Idulfitri.

"Kita mengimbau umat Islam khususnya di Landak untuk menunaikan atau menyalurkan ZIS melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid dan Mushola di masing-masing daerah," katanya.

Terpisah, Ketua Baznas Landak, Wahidin Peni mengatakan, Baznas memang berperan aktif dalam kegiatan ZIS tersebut. Apalagi di bulan Ramadan ini, zakat fitrah memang wajib ditunaikan umat Islam.

"Tujuan dari pelaksanaan zakat fitrah tersebut untuk membantu kaum dhuafa yang terdiri dari delapan Asnaf. Kemungkinan dari delapan Asnaf ini tidak semua kita salurkan. Kita akan melihat skala prioritas. Yang paling kita perhatikan yakni fakir miskin, kaum dhuafa, para muallaf," jelasnya.

Dikatakannya, Baznas Landak tetap mendukung penuh pelaksanaan amaliah Ramadan dan ZIS tahun 1439 H/2018 ini. Mereka juga sudah mengeluarkan surat edaran pelaksanaan ZIS diseluruh UPZ di Landak, khususnya di Kota Ngabang ini.

"Kita juga hari ini (kemarin) mendatangkan Baznas Kalbar untuk menyampaikan sosialisasi seputar UPZ tersebut. Mudah-mudahan pelaksanaan ZIS tahun ini berjalan dengan baik,” ucapnya.

“Demikian juga dengan penerimaannya lebih meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Kita juga terus berusaha untuk meningkatkan penerimaan zakat itu setiap tahunnya," timpalnya.

Ia juga berharap, dalam penyaluran zakat khususnya zakat fitrah supaya dapat dimanfaatkan oleh para mustahiq untuk menyongsong Hari Raya Idulfitri.

"Oleh karena itu, diminta kepada umat Islam untuk menyalurkan zakat fitrah kepada Baznas atau UPZ di lingkungannya dapat dilakukan lima hari sebelum 1 Syawal 1439 H," pintanya.

Pencuci Dosa

Zakat fitrah termasuk salah satu di antara amalan utama yang mampu mendekatkankan seseorang kepada Allah. Zakat fitrah juga sebagai pencuci bagi orang-orang yang berpuasa. Hal tersebut disampaikan salah satu ulama Kabupaten Landak, KH Ahmad Fauzi HIB.

Menurutnya, zakat fitrah juga merupakan penyempurna puasa dari hal-hal yang menguranginya. "Zakat fitrah juga bisa diartikan sebagai ekspresi dari rasa syukur akan taufik yang Allah berikan di bulan Ramadan ini. Bisa juga sebagai pencuci hati dan akhlak," ujar Fauzi.

Dikatakannya, dengan zakat fitrah tersebut, kaum fakir dan dhuafa jadi terbantu dan turut berbahagia. "Tidak heran zakat fitrah dikatakan sebagai penyelamat agama dan fisik kemanusian. Namun kita hendaknya juga harus berhati-hati agar tidak memberikan zakat kepada orang yang tidak berhak menerimanya," ingat Fauzi.

Ia menegaskan, barangsiapa yang tahu bahwa orang yang ia beri zakat itu merupakan orang yang pura-pura tidak mampu, maka ia belumlah menunaikan zakatnya. "Kita memang tidak diperbolehkan untuk memberikan zakat kepada orang yang pura-pura tidak mampu," tegasnya. (dvi/ang)