Selasa, 12 November 2019


Insentif ASN Landak Terancam Dipotong, Sejumlah Pegawai Bolos Kerja Usai Libur Lebaran

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 486
Insentif ASN Landak Terancam Dipotong, Sejumlah Pegawai Bolos Kerja Usai Libur Lebaran

SIDAK - Suasana apel dan inspeksi mendadak (sidak) ASN di lingkungan Pemkab Landak, usai libur Lebaran, Kamis (21/6). Plt Bupati Landak, Herculanus Heriadi menyebutkan ada sanksi bagi ASN yang bolos masuk kerja di hari pertama ini. (SP/Devi)

Pj Bupati Landak, Herculanus Heriadi
"Jika ada ASN yang izin, apakah ada surat keterangannya. Demikian juga yang tanpa keterangan segera dilaporkan supaya kita mengetahui kedisiplinan sebagai ASN untuk diambil tindakan. Bagi yang tidak ada keterangan, potong insentifnya"

NGABANG, SP - Hari pertama masuk kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak ditandai dengan pelaksanaan apel yang berlangsung di halaman Kantor Bupati setempat, Kamis (22/6). 

Apel tersebut dipimpin langsung Plt Bupati Landak, Herculanus Heriadi. Hadir dalam apel itu, Pj Sekda Landak, Alpius, para Asisten Setda Landak, sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Plt Bupati didampingi Pj Sekda serta Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Landak, Marsianus melakukan inspeksi mendadak (sidak) setiap barisan SKPD yang mengikuti apel. 

Heriadi juga sempat menanyakan satu per satu perwakilan SKPD seputar jumlah kehadiran pegawai. Hasilnya, masih ditemukan ASN yang belum masuk kerja usai cuti lebaran itu dengan berbagai alasan.

"Mereka ada yang izin dan ada yang tanpa keterangan. Ini keadaan kehadiran ASN di dalam Ibukota kabupaten. Entahlah ASN di kecamatan. Mungkin ada kegiatan apel seperti ini," ujar Heriadi. 

Atas temuan itu dia meminta kepada Kepala BKPSDM Landak untuk mencatat ketidakhadiran para ASN.

"Jika ada ASN yang izin, apakah ada surat keterangannya. Demikian juga yang tanpa keterangan segera dilaporkan supaya kita mengetahui kedisiplinan sebagai ASN untuk diambil tindakan. Bagi yang tidak ada keterangan, potong insentifnya," pinta Wabup Landak dua periode ini.

Ia berharap, mulai hari pertama masuk kerja, para ASN di lingkungan Pemkab Landak mulai melaksanakan kerjanya seperti hari biasa. Demikian juga jadwal masuk kantor kembali dimulai pukul 07.30 WIB hingga 16.00 WIB.

"Sebab, kita cukup lama memasuki masa cuti bersama ini. Tentunya saya rasa para ASN sudah puaslah dengan cuti bersama ini," ucapnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Landak, Marsianus menegaskan, pihaknya akan mengecek ASN yang belum masuk kantor itu.

"Kita akan cek siapa ASN yang izin tidak semestinya, seperti menambah izin dan menambah cuti. Tapi kalau izin karena sakit atau ada anaknya meninggal dan cuti hamil serta melahirkan, tetap kita beri toleransi," ujarnya.

Namun jika tanpa ada keterangan pasti, ASN akan dipanggil.

"ASN bersangkutan dan akan dibuat teguran tertulis. Kita akan lihat waktunya untuk menghadap Pj Sekda selaku pejabat yang berwenang untuk memberikan teguran," tegasnya.

Dia menambahkan, teguran tersebut merupakan salah satu sanksi ASN yang tidak disiplin.

"Sanksi ini merupakan sanksi tingkat rendah. Tapi kalau sudah beberapa kali diberi sanksi, barulah akan kita ambil tindakan tegas," katanya.

Disinggung sanksi pemotongan insentif, dia menegaskan, sanksi itu pasti akan dilakukan terhadap para ASN yang melakukan pelanggaran.

"Hal itu sudah sesuai aturan. Kalau memang ASN sudah beberapa hari tidak masuk kerja sesuai absensi, BKPSDM akan melakukan penghitungan jumlah hari tidak masuk kerja bagi ASN bersangkutan. Kalau dia tiga hari tidak masuk kantor, tiga hari juga insentifnya dipotong. Sanksi pemotongan insentif ini pun sudah lama berjalan di lingkungan Pemkab Landak," terangnya. (dvi/and)