Pelajar Dilarang Bawa Sepmot, Langkah Kepolisian Tekan Angka Kecelakaan

Landak

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 282

Pelajar Dilarang Bawa Sepmot, Langkah Kepolisian Tekan Angka Kecelakaan
UPACARA BENDERA – Tampak sejumlah murid baru SMP Negeri 2 Ngabang mengikuti upacara bendera di hari pertama dimulainya proses belajar mengajar, Senin (9/7). Upacara itu sendiri diikuti juga para orangtua dan wali murid, kepolisian, dewan guru serta staf s
Kanit Dikmas Polres Landak, Bripka Diwan Saputra
"Harus diingat juga, tingginya kecelakaan lalu lintas salah satunya disebabkan oleh ulah para remaja di bawah 17 tahun yang secara serampangan dalam berkendara,"

NGABANG, SP – Memasuki tahun ajaran baru, peserta didik tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Landak dilarang membawa sepeda motor (Sepmot). 

"Kita tetap mengimbau kepada peserta didik SMP supaya tidak membawa kendaraan sepeda motor ke sekolah," kata Kanit Dikmas Polres Landak, Bripka Diwan Saputra saat memimpin upacara bendera di SMP Negeri 2 Ngabang, Senin (9/7). 

Menurut dia, remaja usia di bawah 17 tahun atau usia SMP memang belum berhak mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM). Larangan itu tercantum dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 

Selain itu, dalam salah satu pasal dijelaskan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak memiliki SIM dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama empat bulan atau denda paling banyak satu juta rupiah.

"Harus diingat juga, tingginya kecelakaan lalu lintas salah satunya disebabkan oleh ulah para remaja di bawah 17 tahun yang secara serampangan dalam berkendara," tegasnya.

Sementara itu, sejumlah sekolah di Kota Ngabang dipadati para calon murid dan orangtua. Seperti yang tampak di SMP Negeri 2 Ngabang. Di hari pertama masuk sekolah dilakukan upacara bendera. Tidak hanya diikuti peserta didik, orangtua dan dewan guru juga ikut terlibat di dalamnya.

"Di hari pertama masuk sekolah ini, memang dari awal saya minta kepada seluruh dewan guru beserta staf harus hadir semua pada hari pertama masuk sekolah ini," kata Kepala SMPN 2 Ngabang, Emi Inen.

Demikian juga kepada peserta didik sudah diimbau untuk masuk sekolah semuanya di hari pertama itu. "Pada hari pertama masuk sekolah ini, kita melaksanakan upacara bendera bersama kepolisian, orangtua dan wali murid, khususnya murid baru, para dewan guru dan para peserta didik," katanya.

Pada kesempatan itu, Emi meminta kepada para orangtua dan wali murid untuk melakukan pembinaan kepada anaknya.

"Jangan pula orangtua hanya mengandalkan pembinaan dari sekolah saja. Selain itu, jangan sampai ada orangtua dan wali murid hanya mengetahui anaknya pergi dan pulang sekolah saja. Sedangkan yang lainnya tidak ada pembinaan dari orangtua dan wali murid," ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta orangtua dan wali murid untuk memperhatikan anaknya dengan sungguh-sungguh dalam hal belajar dirumah dan diawasi anaknya kemana dia pergi.

Tadi juga sudah diminta kepada orangtua dan wali murid supaya bisa memegang nomor telepon masing-masing wali kelas supaya bisa mengontrol anaknya. Paling tidak satu bulan itu usahakanlah orangtua dan wali murid menghubungi wali kelasnya untuk menanyakan keadaan anaknya sedikitnya satu kali. 

“Ini merupakan wujud dari peran orangtua dan wali murid terhadap anaknya dan sekolah," ungkapnya.

Emi juga mengakui, aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) hari pertama masuk sekolah di SMPN 2 Ngabang belum begitu normal.

"Mungkin hari Senin depan kita baru aktif melaksanakan KBM secara normal. Sebab, kita juga ada kegiatan Masa Bimbingan Siswa (Mabis) bagi murid baru selama tiga hari. Untuk tahun ajaran baru ini, kita menerima murid baru sebanyak 209 dengan tujuh kelas," jelasnya.

Hari Pertama Lancar

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Landak, Lambertus Benny menegaskan, pihaknya memang tidak melakukan Sidak terhadap sekolah di Landak pada hari pertama masuk sekolah itu.

Dia merasa para dewan guru dan peserta didik sudah tahu bahwa hari ini (kemarin) merupakan hari pertama masuk sekolah usai libur panjang. Tapi hari pertama masuk sekolah di Landak ini berjalan lancar, belum ada laporan dewan guru yang tidak masuk di hari pertama ini. 

“Kalau pada kenyataannya nanti ada dewan guru yang belum masuk sekolah tanpa alasan yang jelas, akan kita serahkan kepada masing-masing sekolah untuk mengambil tindakan," katanya.

Ia mengakui, di tahun ajaran baru itu, hampir semua sekolah di Landak melaksanakan kegiatan Mabis terhadap peserta didik baru yang dimulai 10 hingga 12 Juli mendatang.

"Mabis yang dilakukan itu sebagai masa pengenalan peserta didik baru terhadap sekolahnya. Setelah itu, barulah dimulai aktivitas KBM secara normal yang kemungkinan dimulai minggu depan," terang Benny. (dvi/ang)