Kemenag Gelar Rakor Haji, Atur Keberangkatan dan Kepulangan Jemaah

Landak

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 233

Kemenag Gelar Rakor Haji, Atur Keberangkatan dan Kepulangan Jemaah
RAKOR – Kepala Kantor Kementerian Agama Landak Muhammad Natsir berfoto bersama usai menggelar rapat koordinasi guna mematangkan proses keberangkatan sebanyak 53 calon jemaah haji (CJH) di Aula Kantor Kemenag Landak, Kamis (19/7). Kemenag pastikan kesiapan
Kasi PHU Kantor Kemenag Landak, Taufiqqurohman
"Para jemaah tinggal berangkat saja. Oleh karena itu, sambil menunggu keberangkatan, saya meminta untuk tetap menjaga kesehatan," 

NGABANG, SP - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Landak menggelar rapat koordinasi guna mematangkan proses keberangkatan sebanyak 53 calon jemaah haji (CJH) di Aula Kantor Kemenag Landak, Kamis (19/7). 

Kepala Kantor Kemenag Landak, Muhammad Natsir mengatakan, pematangan keberangkatan itu meliputi jam keberangkatan, tempat pelepasan, jalur jalan yang dilalui serta armada apa yang dipakai jemaah nantinya. “Jemaah haji dari Landak akan diberangkatkan pada 30 Juli. Pertama-tama akan ke Asrama Haji Pontianak,” kata Natsir.

Seperti biasa, pelepasan jemaah haji dilakukan oleh Bupati Karolin, di Kantor Bupati Landak. Saat keberangkatan, rombongan juga dikawal sampai ke Pontianak oleh kepolisian dan Dinas Perhubungan. “Kita juga akan mengecek kesiapan kendaraan yang akan mengantar jemaah ke Pontianak," katanya.

"Pukul 16.00 WIB, jemaah kita harus tiba di Pontianak. Sebab, barang bawaan jemaah akan ditimbang oleh petugas haji. Makanya, kita ambil alternatif menempuh Jalan Tayan. Sebab, jarak tempuh terbilang singkat," jelasnya.

Ia berharap para calon jemaah berkumpul di Ngabang sebelum diberangkatkan ke Pontianak, karena akan diberangkatkan secara bersamaan. "Kalau pengantar, terserah saja, mau menempuh jalan Tayan atau Pinyuh. Tapi yang jelas, rombongan jemaah akan menempuh Jalan Tayan," katanya.

Terkait kesehatan jemaah haji, dia memastikan seluruhnya dalam keadaan sehat. Namun petugas haji dari Dinas Kesehatan tetap membawa sejumlah obat-obatan yang akan diperlukan jemaah nantinya.

“Biasanya jemaah diminta untuk menuliskan obat yang diperlukan dan diserahkan ke petugas kesehatan haji," jelasnya.

Selain keberangkatan, juga dibahas jadwal kepulangan jemaah ke tanah air melalui Embarkasi Batam pada Rabu (12/8) mendatang. Jemaah diperkirakan tiba di Batam pukul 21.00 WIB dan langsung istirahat di Asrama Haji Batam. Mereka dipulangkan ke Pontianak pada Rabu (12/9). Akan nginap semalam di Asrama Haji Pontianak. 

“Keesokan harinya, pulang ke Ngabang melalui Jalan Tayan. Diperkirakan rombongan tiba di Ngabang pada pukul 10.00 WIB. Rombongan akan disambut di Kantor Kemenag Landak," jelasnya.

Sementara itu, Kasi PHU Kantor Kemenag Landak, Taufiqqurohman menjelaskan, jemaah haji Landak bergabung di kloter 13 bersama jemaah haji Mempawah, Melawi, Sanggau dan Kubu Raya.

"Sedangkan, Ketua Rombongan (Karom) Bapak Abdul Hadi. Jemaah kita berada di rombongan tujuh regu 25, 26, 27 dan 28. Kemudian, rombongan delapan yang terdiri dari regu 29 dan 30. Untuk nomor Maktab yakni 47 dengan nomor rumah 906 sektor sembilan wilayah Misfalah," jelas Taufiq.

Sedangkan untuk penerbangan keberangkatan jemaah haji memakai dua penerbangan. Penerbangan kedua dan ketiga.

"Demikian juga dengan kepulangannya. Biasanya sama dengan keberangkatan, memakai dua penerbangan, penerbangan kedua dan ketiga," terangnya.

Ia mengucapkan syukurnya karena hingga saat ini semua perlengkapan jemaah haji sudah selesai. "Para jemaah tinggal berangkat saja. Oleh karena itu, sambil menunggu keberangkatan, saya meminta untuk tetap menjaga kesehatan," pinta Taufiq.

Diminta Jaga Kebersamaan

Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Landak, Yakob meminta pelaksanaan ibadah haji tahun 2018 ini bisa berjalan dengan baik dan lancar.

"Saya menilai, dari tahun ke tahun pelaksanaan ibadah haji di Landak sudah berjalan baik. Hanya saja masih ada sejumlah persoalan lainnya yang harus kita benahi, " ujar Yakob saat menghadiri Rakor Haji di Aula Kantor Kemenag Landak.

Menurutnya, persoalan itu seperti masih ada jemaah haji yang tidak bersamaan kepulangannya dengan jemaah lain. "Hal ini sudah sering terjadi. Padahal para jemaah haji kita berangkatnya bersama-sama dari Ngabang. Pulangnya harus bersama. Jangan pula ada yang pulang duluan, misalnya ke Mandor. Kita harus selalu bersama," ingat Yakob.

Oleh karena itu, ia sangat setuju jika kepulangan jemaah haji Landak itu melalui Jalan Tayan, tidak melalui Jalan Pinyuh.

"Kalau kepulangan melalui Jalan Pinyuh, kita khawatir ada jemaah yang tinggal di Mandor, Sengah Temila dan Menyuke serta sejumlah kecamatan lainnya pulang duluan di kecamatannya masing-masing. Tidak mengikuti upacara penyambutan di Ngabang," ucapnya.

Selain itu kalau memang ada jemaah haji dari luar Landak yang mendaftar harus menerima konsekuensi. "Jemaah haji itu harus mengikuti penyambutan di Ngabang dulu. Saya berharap, hal ini dapat dipahami oleh para jemaah haji kita," pintanya. (dvi/ang)