Pangdam Tutup TMMD di Sempatung, Wujud Nyata TNI Bangun Daerah

Landak

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 236

Pangdam Tutup TMMD di Sempatung, Wujud Nyata TNI Bangun Daerah
PENUTUPAN TMMD - Panglima Kodam XII Tanjungpura Mayjen TNI Achmad Supriyadi bersama Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat tiba di Desa Sempatung, Air Besar, dalam rangka penutupan kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102, Rabu (8/8). (I
Panglima Kodam XII Tanjungpura Mayjen TNI Achmad Supriyadi
"Selain itu juga, pada kegiatan TMMD ini telah dilaksanakan penyuluhan tentang hukum, wawasan kebangsaan, kerukunan antar umat beragama, serta bahaya narkoba dan paham-paham radikal,"

NGABANG, SP
– Panglima Kodam XII Tanjungpura Mayjen TNI Achmad Supriyadi menutup kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102 yang dilaksanakan Kodim 1201 Mempawah di Desa Sempatung, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Rabu (8/8).

"Pembangunan wilayah merupakan salah satu realisasi dari kebijakan nasional mewujudkan kestabilan dan kemajuan Indonesia,” kata Achmad.

TMMD juga adalah salah satu peran nyata TNI dalam mendukung pembangunan di daerah. Dia menjelaskan, kegiatan TMMD berlangsung selama 30 hari, yang dimulai tanggal 10 Juli sampai dengan 8 Agustus 2018.

"Terkait hal tersebut, sesuai dengan tema: Manunggal Membangun Karakter Generasi Milenial, sangatlah tepat dengan kondisi generasi muda saat ini yang semangkin moderen," katanya.

Dijelaskan Pangdam, kegiatan TMMD tahun TNI melibatkan 50 Satuan Tugas TMMD di 50 Kabupaten/Kota, 50 Kecamatan, dan 79 Desa dengan didukung Pemda setempat. Guna mencapai sasaran-sasaran fisik dan non fisik.

"Selain itu juga, pada kegiatan TMMD ini telah dilaksanakan penyuluhan tentang hukum, wawasan kebangsaan, kerukunan antar umat beragama, serta bahaya narkoba dan paham-paham radikal," jelasnya.

Kemudian, dalam TMMD ke 102 ini TNI bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga guna mensukseskan program unggulan Pemuda Mandiri Membangun Desa (PMMD).

"Pelibatan TNI dalam program pemerintah pada dasarnya telah sesuai dengan amanat UU TNI Nomor 34 Tahun 2004, dan TNI AD berkomitmen turut ambil dalam upaya meningkatkan kesejahtraan rakyat," ungkapnya.

Pangdam juga mengucapkan terima kasih Kepala Staf Angkatan Darat selaku penanggung jawab operasional. "Terima kasih kepada segenap jajaran Pemda, masyarakat, dan semua pihak yang terlibat dalam TMMD Ke-102. Sehingga kegiatan dapat berjalan dengan sukses aman dan lancar," tutupnya.

Penutupan kegiatan TMMD ditandai dengan pelaksanaan upacara, dan bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Pangdam XII Tanjungpura yang berlangsung di Halaman SDN 09 Desa Sempatung.

Penutupan TMMD ke 102 tahun 2018 dengan tema "Manunggal Membangun Karakter Generasi Milenial", dihadiri juga oleh Bupati Landak Karolin Margret Natasa bersama para kepala satuan kerja perangkat daerah dan anggota DPRD Landak.

Hadir juga Danrem 121/Abw Brigjen TNI Bambang Ismawan, Asops Kodam XII/Tpr Kolonel Elkynes, Aster Kodam XII/Tpr Kolonel Inf Jamaah, Asintel Kodam XII/Tpr Kolonel Inf Wulang, Kasiter Rem 121/Abw Kolonel Inf Yamin.

Kasiops Rem 121/Abw Kolonel Achmad Ali Hidayat, Dandim 1201/Mph Letkol Arm Anom wirasunu, Dandim 1204/Sgu Letkol Inf Hery, Kapolres diwakili Kabag Ops Kompol Sri Haryanto, para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat.

Dalam upacara tersebut, disampaikan juga laporan hasil pelaksanaan TMMD ke 102 tahun 2018. Kemudian penandatanganan naskah serah terima, dilanjutkan pembacaan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad AD) oleh Pangdam XII/Tpr.

Bantu Masyarakat Pedesaan

Bupati Landak Karolin Margret Natasa berharap TMMD dapat bantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, khususnya kawasan tertinggal dan terisolasi di Landak.

“Kegiatan selama 30 hari ini diharap dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang ada di seluruh wilayah sasaran,” kata Karolin.

Sebagaimana dipahami, program TMMD merupakan program lintas sektoral yang melibatkan pelbagai unsur seperti TNI, Polri, kementerian, lembaga pemerintah non Kementerian dan pemerintah daerah serta segenap lapisan masyarakat.

Kegiatan TMMD yang dilakukan itu untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, khususnya kawasan tertinggal dan terisolasi. Kemudian, meningkatkan kelancaran arus transportasi logistik dari kawasan pedesaan, meningkatkan keamanan dan mampu mendorong masyarakat untuk membangun desanya. 

“Program TMMD inipun untuk memantapkan wawasan kebangsaan serta membangun persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka menjaga keutuhan NKRI," jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan TMMD juga merupakan suatu upaya TNI membantu pemerintah memberdayakan potensi wilayah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta kesadaran membela negara.

Selama ini, program TMMD memang telah banyak membantu tugas pemerintah di daerah dalam meningkatkan akselerasi pembangunan dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memantapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. (dvi/ang)