Senin, 23 September 2019


KPU Landak Coret 17 Bacaleg, Yacobus Sebut Tidak Memenuhi Syarat

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 317
KPU Landak Coret 17 Bacaleg, Yacobus Sebut Tidak Memenuhi Syarat

Ketua KPU Landak, Herkulanus Yacobus

Ketua KPU Landak, Herkulanus Yacobus
"Setelah 31 Juli, tidak ada masa perbaikan lagi. Berkas apa yang kita terima, itulah yang kita lakukan verifikasi,"

NGABANG, SP - Sebanyak 17 orang bakal calon legislatif (Bacaleg) DPRD Kabupaten Landak tidak masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCS) yang sudah diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Landak, kemarin.

Ketua KPU Landak, Herkulanus Yacobus mengatakan, awalnya jumlah Bacaleg yang mendaftar ke KPU Landak sebanyak 409 orang. Menurut dia, KPU sudah mengeluarkan pengumuman DCS Pemilu 2019 selama tiga hari berturut-turut yang dimulai Minggu (12/8) hingga Selasa (14/8).

"Sedangkan sebanyak 17 Bacaleg tidak memenuhi persyatan. Dengan demikian, Bacaleg yang masuk DCS sebanyak 392 Bacaleg," ujar Yacobus di Ngabang, Selasa (14/8).

Dikatakannya, ke 17 Bacaleg yang tidak memenuhi syarat itu rata-rata bermasalah kepada kelengkapan berkas sesuai persyaratan. Mereka sama sekali tidak menyerahkan berkas yang diminta sampai berakhirnya masa perbaikan. Berkas-berkas yang belum diserahkan itu bervariasi. Macam-macam orang itu berbeda-beda. Ada Bacaleg yang hanya menyerahkan BB 1 dan BB 2, tapi berkas lain tidak ada. Akhirnya, ke 17 Bacaleg itu kita nyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Ia menambahkan, sebelumnya KPU sudah memberikan masa perbaikan bagi para Bacaleg yang berakhir pada 31 Juli lalu.

"Setelah 31 Juli, tidak ada masa perbaikan lagi. Berkas apa yang kita terima, itulah yang kita lakukan verifikasi," tegas Komisioner KPU Landak dua periode ini.

Setelah dikeluarkannya pengumuman DCS, KPU akan menetapkan Daftar Calon Tetap (DCT) yang akan dilakukan pada 20 September mendatang.

"Saat inikan masih dalam tahap tanggapan dari masyarakat terhadap pengumuman DCS yang sudah kita keluarkan itu. Tanggapan masyarakat itu dilakukan tanggal 12 hingga 21 Agustus mendatang. Nantinya tanggapan masyarakat itu akan kita lakukan klarifikasi kepada Parpol," terangnya.

Ditambahkannya, prosedur tanggapan masyarakat terhadap pengumuman DCS yang sudah dikeluarkan itu, bisa disampaikan secara tertulis kepada KPU Landak.

Tanggapan itu disertai juga dengan identitas masyarakat yang memberikan tanggapan. Kerahasian identitas masyarakat yang memberikan tanggapan itu tetap dijamin. Jadi, bisa saja jumlah DCS ini berkurang sebelum DCT. Itu semua tergantung ada atau tidak adanya tanggapan dari masyarakat terhadap pengumuman DCS yang dikeluarkan itu dan hasil klarifikasi dari Parpol terhadap tanggapan masyarakat.

Di tempat berbeda, Ketua Panwaslu Landak, Petrus Kanisius menegaskan, pihaknya tetap melakukan pengawasan tahap demi tahap pelaksanaan Pemilu 2019 ini.

"Pengawasan itu kita lakukan mulai dari pendaftaran Bacaleg. Kita juga melakukan verifikasi di lapangan. Kita mengawasi apakah benar atau tidak pihak KPU melakukan verifikasi Bacaleg sesuai prosedur atau tidak. Ternyata verifikasi itu benar dilakukan KPU secara prosedur," ujar Petrus.

Dikatakannya, Panwaslu juga melakukan pengawasan terhadap perbaikan-perbaikan berkas pendaftaran bagi para Bacaleg.

"Kalau misalnya Bacaleg itu tidak melakukan perbaikan dan dicoret oleh KPU, itu haknya KPU. Kami pun tentu tidak akan membelanya, karena sudah diberi waktu perbaikan berkas," katanya.

Ia menambahkan, untuk saat ini sudah memasuki tahapan pengumuman DCS. Pengumuman DCS itu sudah disampaikan kepada Parpol.

"Ketika dari Parpol tertentu merasa ada sesuatu yang tidak beres dalam DCS itu, silakan disampaikan. Ketika ada ketidakpuasan terkait dengan hal itu, bisa juga dilaporkan ke kami. Kami tentunya akan melakukan klarifikasi antara parpol dengan KPU," jelasnya.

Beri Masukan dan Tanggapan

KPU Kabupaten Landak sudah mengeluarkan pengumuman Daftar Calon Sementara (DCS) Pileg DPRD Landak pada perhelatan pesta demokrasi 2019 mendatang. Masyarakat pun diminta untuk memberikan masukan dan tanggapan kepada KPU Landak terhadap pengumuman DCS yang sudah dikeluarkan itu.

"Masukan dan tanggapan dari masyarakat itu memang perlu dilakukan sebelum penetapan DCT oleh KPU Landak. Masukan dan tanggapan dari masyarakat itu bertujuan untuk melihat sejauh mana kualitas para Bacaleg yang masuk dalam DCS tersebut," ujar salah satu masyarakat Landak, Hendrikus.

Menurutnya, masyarakat bisa melihat pengumuman DCS itu di sejumlah media masa, papan pengumuman di Sekretariat KPU, bahkan dapat diakses melalui situs resmi KPU.

"Nah, silakan masyarakat di Landak memberikan masukan dan tanggapan. Masukan dan tanggapan dari masyarakat itu untuk melihat apakah ada Bacaleg yang tidak memenuhi syarat sebagai Bacaleg menurut penilaian masyarakat," katanya.

Iapun berharap masukan dan tanggapan dari masyarakat itu tidak dibuat-buat. "Artinya, harus disertai dengan bukti-bukti yang akurat. Nantinya pihak KPU akan melakukan klarifikasi terhadap masukan dan tanggapan itu kepada parpol bersangkutan. Identitas masyarakat jelas akan dijamin kerahasiannya oleh KPU," ungkap Hendrikus. (dvi/ang)