Senin, 23 September 2019


Warga Gelar Ritual Adat Lindungi Gunung Bawang

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 212
Warga Gelar Ritual Adat Lindungi Gunung Bawang

Ilustrasi. (Net)

NGABANG, SP - Sejumlah warga di delapan desa yang ada di Kabupaten Bengkayang, menggelar ritual adat dalam rangka mencegah maraknya ilegal log khususnya di Kawasan Hutan Lindung, Gunung Bawang.

"Ritual adat pertama dan terbesar di Lembah Bawang ini dilakukan dalam rangka melindungi Hutan Lindung Gunung Bawang dari tangan para pelaku yang merambah hutan dengan menebang pohon," ujar Camat Lembah Bawang, S Bowo Leksono, Senin (27/8).

Bowo menjelaskan saat ini aktivitas penebangan kayu di Hutan Lindung Gunung Bawang dengan menggunakan gergaji mesin kian marak dan telah membuat warga delapan desa di Lembah Bawang gerah.

"Maraknya ilegal sehingga ritual adat yang dilakukan oleh para pemangku adat, temenggung dan pengurus adat delapan desa sangat penting sebagai bagian dari upaya dan  komitmen bersama menjaga hutan," jelas dia.

Selain ritual adat warga juga memasang plang pengumuman dilarang melakukan penebangan pohon di Kawasan Hutan Lindung Gunung Bawang. 

Pada saat ritual adat semua perwakilan desa dan dari unsur lapisan masyarakat yang hadir juga melaksanakan penandatanganan deklarasi bersama untuk menjaga Kawasan Hutan Lindung Gunung Bawang di Kecamatan Lembah Bawang.

"Semoga usaha yang ada dan kesepakatan tersebut dibuat untuk dipatuhi dan ditaati bagi seluruh warga masyarakat. Apabila kesepakatan ini dilanggar maka akan diproses secara hukum adat berlaku di tempat dan hukum pidana yang berlaku," katanya. (ant/ang)