Pemkab Landak Kesulitan Data Pahlawan

Landak

Editor Angga Haksoro Dibaca : 148

Pemkab Landak Kesulitan Data Pahlawan
Ngabang, SP - Pemerintah Kabupaten Landak kesulitan mengumpulkan data nama-nama pahlawan asal Landak. Data tersebut dapat digunakan sebagai bahan usulan mengajukan gelar pahlawan nasional.  

Hal tersebut diakui Bupati Karolin Margret Natasa, usai ziarah ke Makam Pahlawan Landak dalam rangka peringatan Hari Pahlawan Nasioanal, Sabtu (10/11) pagi.

“Sampai saat ini kami kesulitan mengumpulkan data nama-nama para pahlawan asal Landak, terutama dari para keluarganya.  Termasuk kronologi sejarah perjuangannya,” kata Karolin.

Namun demikian, masyarakat Landak patut bangga karena salah satu pahlawan asal Landak yakni Pakasih namanya diabadikan sebagai nama jembatan terpanjang di Kalimantan Barat.

“Itu berkat usulan Pak Cornelis sewaktu beliau menjabat Gubernur Kalbar. Saya kira ini merupakan sesuatu yang luar biasa dalam upaya kita memberikan penghargaan kepada para pahlawan asal Landak,” ujar Karolin.

Pada peringatan Hari Pahlawan tahun 2018 ini, Bupati meminta rakyat Indonesia tidak melupakan sejarah bangsanya. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah. Tentu kita ingin bangsa kita meneladani apa yang telah ditunjukan oleh para pahlawan kita,” katanya.

Karolin juga berharap, dengan semangat kepahlawanan, bangsa Indonesia bisa memaknai semangat perjuangan di era milenial. “Itu yang sulit. Kita harus mampu mentranformasikan semangat berkorban jiwa dan raga untuk mengisi kemerdekaan. Berupaya menyumbangkan yang terbaik dari kita untuk bangsa dan negara.” 

Peringatan Hari Pahlawan Nasional di Landak ditandai upacara bendera yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Landak. Bertindak selaku inspektur upacara,  Bupati Landak, Karolin Margret Natasa. Usai upacara, dilanjutkan tabur bunga di Makam Juang Landak dan Makam Juang di Desa Sidas, Kecamatan Sengah Temila. (dvi)