Waspada Banjir, Stok Bantuan BPBD Landak Aman

Landak

Editor Angga Haksoro Dibaca : 284

Waspada Banjir, Stok Bantuan BPBD Landak Aman
Banjir di Mungguk, Landak.
Ngabang, SP - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak mengaku ketersediaan logistik bantuan di gudang BPBD jumlahnya terbatas. Namun secara umum, jumlah bantuan masih aman.

“Kalau tidak terjadi bencana sampai akhir Desember, untuk bantuan logistik tetap aman. Lagipula bantuan logistik juga ada di sejumlah instansi seperti di Dinas Sosial dan Dinas Pertanian,” kata Kepala Pelaksana BPBD Landak, Banda Kolaga.

Banda mengatakan, banjir yang terjadi di Landak belum lama ini adalah banjir bandang. Banjir itu kata Banda tidak berlangsung lama.
  “Banjir bandang terjadi di Sidas Kecamatan Sengah Temila, di Jabeng dan Anik Kecamatan Menyuke serta di Re'es dan Tempoak Kecamatan Menjalin. Di Re'es sudah kami berikan bantuan. Kami meminta kepala desa menyampaikan laporan kepada kami, sebagai bukti bahwa sudah ada penanganan,” ujar Banda.

Menurut Banda, banjir bandang di wilayah itu tidak menyebabkan korban jiwa. “Kerugian materi mungkin ada. Kmi meminta kepada desa agar melaporkan hal itu. Nanti kami akan menyampaikan laporan ke instansi terkait,” katanya.

BPBD Landak berupaya mengantisipasi bencana tidak menimbulkan korban jiwa. Penanganan korban terdampak juga diupayakan secepat mungkin.

“Penanganan bencana dianggap gagal jika ada korban jiwa. Itu yang paling utama. Jika banjir berlangsung dua atau tiga hari, kami harus secepatnya memberikan bantuan. Kalau lambat, kami termasuk gagal dan dianggap tidak peduli.”

Dihubungi terpisah, Kepala Desa (Kades) Raja, Kecamatan Ngabang, Zulkarnain mengakui sebagian permukiman warganya berada di pinggiran sungai Ngabang.

“Daerah permukiman itu seperti di Dusun Rayi, Dusun Pesayangan, dan Dusun Raja. Daerah-daerah ini memang kerap menjadi langganan banjir,” kata Zulkarnain.

Menurut Zulkarnain, saat ini kondisi sungai Ngabang sedang pasang. Hal itu disebabkan hujan hampir setiap hari terjadi di Kota Ngabang.

“Air pasang sungai Ngabang  belum mengancam terjadinya banjir. Tapi kami mengkhawatirkan apabila terjadi hujan di hulu sungai, bisa saja sungai meluap dan menggenangi halaman rumah penduduk atau akses jalan,” ujarnya. (dvi)
      Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak terus berupaya untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir, angin puting beliung dan tanah longsor (Batingsor) pada musim penghujan yang mulai melanda Kabupaten Landak. Berbagai upaya sudah dilakukan oleh instansi tersebut.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Landak, Banda Kolaga mengatakan, menurut prediksi BMKG, curah hujan di Kalbar khususnya di Landak akan terus terjadi sampai bulan Desember nanti.

"Terhadap kondisi ini, kita memang selalu mengantisipasi dengan cara tetap bersiaga dengan SK siaga darurat Batingsor yang sudah kami pegang. SK itu akan berakhir pada 6 Januari 2019 mendatang," ujar Banda, Selasa (27/11).

Dikatakannya, untuk mengantisipasi bencana banjir, pihaknya selalu mengingatkan kepada jajaran BPBD Landak untuk tetap bersiaga.

"Anggota yang sudah kita siapkan setiap hari ada tiga personel, selalu memantau keadaan banjir dari informasi kecamatan jika terjadi banjir," katanya.

Selain itu, diimbau juga kepada masyarakat yang berdomisili di daerah rawan bencana Batingsor untuk bisa melakukan antisipasi secara dini.

"Jangan pula ketika terjadi bencana, masyarakat tidak siap. Demikian juga peran Kades juga diharapkan bisa menyampaikan informasi terjadinya bencana melalui BPBD Landak secara berjenjang," harapnya.

Selain meminta informasi adanya bencana, BPBD Landak juga meminta untuk menyampaikan laporan kejadiannya.

"Begitu kami mendapat laporannya, kami akan turun ke lokasi banjir untuk melakukan kajian cepat terhadap kerugian yang terjadi akibat bencana itu. Dengan adanya laporan kerugian itu, kami baru bisa berbuat untuk memberikan bantuan logistik yang ada di gudang kami," katanya.