PLN Putuskan Sementara Aliran Listrik Wilayah Terdampak Banjir Ngabang

Landak

Editor Admin Dibaca : 146

PLN Putuskan Sementara Aliran Listrik Wilayah Terdampak Banjir Ngabang
Banjir di sejumlah desa di Ngabang, Landak.
PONTIANAK, SP - Cekstrim disertai hujan deras menyebabkan banjir di sejumlah desa di Ngabang, Landak.

PLN Bergerak cepat memutuskan aliran listrik untuk mengantisipasi dampak buruk akibat bencana banjir yang akan mengancam keselamatan warga.

Daerah-daerah yang mengalami padam akibat banjir antara lain; Serimbu-Kuala Behe dan sekitarnya, Mangguk-Mungguk dan sekitarnya, Sui Buluh-Tebing Tinggi dan sekitarnya, Hilir Tengah- Kraton-Martalaya-Pesayangan dan sekitarnya.

Menurut Manajer UP3 Pontianak, Ari Prasetyo, pihaknya terpaksa memutus aliran listrik di beberapa kawasan yang terdampak banjir cukup parah.

"Kondisi banjir yang cukup parah akan mengancam keselamatan warga. Petugas kami bergerak cepat untuk memutus aliran listrik agar tidak terjadi korban akibat tersengat listrik," kata Ari, Minggu (17/2).

Semula ada 34 gardu distribusi yang terpaksa di-off-kan sementara, dengan total daya trafo sebesar 2.405 kVA. Dengan demikian ada sekitar 3.770 pelanggan akan mengalami padam sementara. Info terkahir yang didapatkan untuk banjir ke arah Serimbu dan Bukit Tinggi sudah turun dan sudah menyalakan sekitar 13 buah trafo.

Sementara untuk kota Ngabang terpaksa dipadamkan kembali 1 buah trafo karena kiriman banjir dari Serimbu dudah sampai di Ngabang.

"Jadi total gardu yang padam masih 22 buah dg total 1.620 kVA dan pelanggan yang masih mengalami padam sekitar 2.747 pelanggan," jelas Ari.

Dikatakannya pula, petugas telah melepas LBS (Load Break Switch) kearah Serimbu, memutus CO (Cut Off) di Mungguk, Bukit Tinggi dan daerah Hilir Kantor.

"Untuk daerah Ngabang kota juga terjadi curah hujan yang cukup tinggi serta diperparah dengan air kiriman dari daerah Serimbu dan Kuala Behe. Kami berharap curah hujan dapat berkurang intensitasnya, sehingga banjir dapat terus surut dan pasokan listrikpun dapat segera dinormalkan kembali," imbuh Ari. (*)