Rakor Optimalisasi Dana Desa

Landak

Editor elgiants Dibaca : 83

Rakor Optimalisasi Dana Desa
Warga melakukan perbaikan subak irigasi di Bali menggunakan Dana Desa.
NGABANG, SP - Bupati Landak, Karolin Margret Natasa berharap pemanfaatan Dana Desa (DD) yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat bisa digunakan tepat sasaran dan mengacu pada skala prioritas kebutuhan dalam penggunaannya. Hal tersebut disampaikan Karolin saat membuka Rapat Koordinasi dalam rangka optimalisasi pemanfaatan DD dan pelaksanaan padat karya tunai desa yang dilaksanakan di aula besar Kantor Bupati Landak,Sabtu (6/4) kemarin.

Dalam Rakor ini turut hadir Plt Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kawasan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Sonny Harry Budiotomo Harmadi yang sekaligus memberikan materi. Hadir juga Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio, Dandim 1201/Mph Letkol Arm Anom Wirasunu, Danyon Armedn16 Ngabang, Kepala OPD dilingkungan Pemkab Landak, Camat ,Kepala Desa dan Perangkat Desa se-Kabupaten Landak.

“Kita bersyukur dialokasikan DD yang besar. Jadi, saya ingin ini dimanfaatkan dengan tepat sesuai kewenangan yang diberikan mengutamakan hal prioritas,” ujar Karolin.

Menurut bupati, keberadaan Pemerintahan Desa sangat penting  untuk membangun dan memberdayakan masyarakat di daerah secara langsung. 

"Pemerintahan desa merupakan tonggak terdepan dalam rangka pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat," sebutnya

Dia menambahkan, pernyataan itu diperkuat dengan lahirnya UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa.

"Hal ini juga sekaligus memperkuat otonomi asli desa. Pengaturan desa menurut undang-undang itu bertujuan untuk memberikan kewenangan yang kuat bagi desa guna mengatur dan mengurus urusan desanya sendiri," katanya.

Selain itu katanya lagi, dengan adanya Undang-undang itu dapat memberikan kejelasan status dan kepastian hukum atas desa.

“Undang-undang tentang desa ini dapat memberikan  kejelasan status dan kepastian hukum atas desa dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia demi mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelas Karolin.

Karol sapaan akrabnya juga mengapresiasi Pemerintah Pusat yang terus berupaya membangun masyarakat desa dengan pemberian DD yang besar.

“Komitmen dari pemerintah pusat sungguh luar biasa untuk pembangunan masyarakat desa. Ini patut kita syukuri dan kita apresiasi sangat baik. Prinsipnya, pemerintah pusat terus mendorong pemerintah desa semakin berdaya dan maju dimasa yang akan datang,” katanya.

Telepas dari itu, Karolin mengungkapkan, pemanfaatan DD masih perlu dilakukan evaluasi agar penggunaan DD bisa tepat sasaran. 

"Sebab, masih ada berbagai kekurangan yang harus dibenahi agar DD bisa lebih tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara langsung," imbuhnya.

Sementara itu, Plt Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kawasan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI,Sonny Harry Budiotomo Harmadi mengatakan, dengan adanya UU No. 6 tahun 2014 tentang desa, Pemerintah Pusat telah memberikann kewenangan penuh kepada desa untuk mengelola anggaran secara langsung.

“Lahirnya Undang-undang tentang desa ini membuat desa memiliki kemampuan yang besar untuk membangun dan memajukan desanya, karena sudah punya anggaran yang besar,” ujarnya. 

Dia berharap, kewenangan yang dimiliki dapat dikelola dengan baik melalui musyawarah desa yang berkualitas.

“Jadi, desa yang berhasil membangun dengan baik itu dimulai dari musyawarah desa yang berkualitas dengan melibatkan masyarakat desanya,” sebut Sonny.

Ia juga menegaskan, faktor keberhasilan pembangunan desa juga sangat dipengaruhi oleh kualitas SDM aparatur pemerintahan desa. Adanya DD itupun merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. 

"Berkat DD ini pula, ditahun 2018 angka kemiskinan turun dibawah 10 persen. Hal ini pertama dalam sejarah Indonesia angka kemiskinan turun hingga mencapai 9,8 persen. Ini prestasi yang luar biasa,” puji Sonny. (dvi/hms)

Pemanfaatan Tepat Sasaran 

Ketua RT 15/RW 02 Dusun Martalaya Desa Raja Kecamatan Ngabang, Zulkarnain mengakui, pemanfaatan DD di desanya sudah dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah Desa Raja. 

"Kita dapat melihat pemanfaatan DD itu sudah tepat sasaran. Seperti dilingkungan RT saya, sudah banyak hasil pembangunan yang memakai DD meskipun hanya pembangunan fisik berupa jalan rabat beton, " ujar Zulkarnain. 

Selain tepat sasaran, pemanfaatan DD di Desa Raja juga dilakukan secara transparan. 

"Saya sendiri selaku Ketua RT sering diundang oleh pihak desa untuk menghadiri kegiatan Musrenbangdes. Dalam rapat itupun, dibahas juga penggunaan DD sebelumnya dan pemanfaatan DD untuk ke depan, " katanya. 

Ia beranggapan, perhatian Pemerintah Pusat terhadap pembangunan daerah semakin diperkuat dengan adanya Dana Desa yang dibagikan ke seluruh desa di Indonesia. 

"Dana Desa tersebut terus dioptimalkan penyerapannya melalui peraturan menteri no. 16 tahun 2018 yang mencakup tentang prioritas penggunaan Dana Desa," terangnya. (dvi/nak)