Senin, 23 September 2019


Jelang Pemilu, Landak Kekurangan 6500 Surat Suara

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 141
Jelang Pemilu, Landak Kekurangan 6500 Surat Suara

SURAT SUARA- Sejumlah warga tampak ambil bagian dalam pelipatan surat suara pemilu 2019 yang berlangsung di Kantor KPU Landak. Bupati Landak, Karolin menyayangkan hingga kini Landak masih mengalami kekurang 6500 surat suara. (sp/devi)

NGABANG, SP - Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa mengeluhkan belum diterimanya distribusi kekurangan surat suara Pemilu 2019, khususnya di Kabupaten Landak. Ironisnya, kekurangan surat suara itu mencapai angka 6500 surat suara.

"Hingga saat ini menjelang hari pemilihan Pemilu 2019, surat suara di Kabupaten Landak masih kurang sekitar 6500. Padahal medan geografis di Landak cukup berat dan memerlukan waktu untuk distribusi logistik Pemilu itu," keluh Karolin saat ditemui kemarin

Menurutnya, untuk di Landak terdapat sejumlah titik yang letak geografisnya cukup berat untuk pendistribusian logistik Pemilu. Seperti di Kecamatan Air Besar, ada tiga titik dropping logistik. Hal ini dikarenakan wilayahnya yang luas dan sulit dijangkau. Pendistribusiannyapun akan dibantu dengan kendaraan berat dari Yonarmed 16 Ngabang karena medannya yang sulit.

Dari informasi yang Ia peroleh dari pihak KPU Senin kemarin, TNI bersama KPU akan survey ke lokasi menentukan jenis kendaraan yang bisa melalui lokasi dropping logistik ini.

"Dalam pendistribusian logistik nanti, dihari pertama dari ibu kota kabupaten ke titik droping. Hari kedua dibawa ke desa, baru dilanjut ke dusun," kata Karolin.

Ia menambahkan, dalam pendistribusian logistik itupun ada yang menggunakan jalan kaki dengan waktu tempuh bisa tiga hari.

"Hal ini dikarenakan keterbatasan anggota Polisi dan TNI untuk mengawal. Tapi kalau terkena hujan atau banjir, bisa lebih dari tiga hari perjalanan. Saya berharap pendistribusian logistik ini pun tidak mengalami kendala," ucapnya.

Sementara itu ketika dikonfirmasi, Ketua KPU Landak, Herkulanus Yacobus membenarkan kekurangan surat suara Pemilu yang mencapai 6500 surat suara.

"Terhadap kekurangan surat suara itu, kita sudah melaporkannya ke KPU RI untuk dilakukan pengiriman kembali," ujar Yacobus, Selasa (9/4).

Diakuinya, kekurangan jumlah surat suara itu diketahui KPU Landak pada saat dilakukannya pensortiran terhadap surat suara.

"Dalam pensortiran yang kita lakukan itu, terdapat sejumlah surat suara yang rusak, sehingga terpaksa dilakukan penggantian ulang, " jelas Komisioner KPU Landak dua periode ini. 

Dia menambahkan, dari jumlah 6500 surat suara yang kurang itu merupakan surat suara Pilpres maupun legislatif. 

"Namun demikian, terhadap kekurangan surat suara itu, kita memastikan akan dilakukan pengiriman kembali oleh KPU RI," yakinnya.

Yacobus juga menjelaskan, pendistribusian logistik Pemilu akan dimulai pada 10 April ini. 

"Saat ini kita masih terus melakukan pensortiran terhadap logistik yang ada. Hal ini untuk memastikan tidak adanya logistik yang kurang maupun lebih saat dilakukan pengiriman nanti, " pungkasnya. (dvi/nak) 

Bawaslu Sudah Dapat Laporan 

Ketua Bawaslu Landak, Petrus Kanisius mengaku pihaknya sudah mendapat laporan dari KPU Landak terkait kekurangan surat suara itu. 


"Kita juga sudah melakukan koordinasi langsung dengan KPU Landak. Hal inipun sudah kita laporkan juga ke Bawaslu Kalbar," ujarnya. 


Diakuinya juga, kekurangan surat suara itu sudah dikomunikasikan oleh KPU Landak ke KPU RI.
 
"Dua hari yang lalu, Ketua KPU Landak ada hubungi saya dan mengatakan jika pihak KPU Landak sudah mengutus staf untuk mengambil kekurangan surat suara itu ke KPU RI. Jadi, masalah ini sudah diatasi dengan baik oleh KPU Landak, " katanya.
 
Petrus juga menegaskan pihaknya siap melakukan pengawasan terhadap pendistribusian logistik. 

"Kita tetap melakukan pengawasan terhadap pendistribusian logistik. Kami juga tetap menjalin komunikasi dengan pihak KPU Landak. Selama ini komunikasi kami dengan KPU Landak sudah berjalan dengan baik, " akunya. (dvi)