Karolin Ajak Kaum Millenial Tidak Golput

Landak

Editor elgiants Dibaca : 91

Karolin Ajak Kaum Millenial Tidak Golput
SEMINAR-Bupati Landak, Karolin Margret Natasa saat menjadi narasumber pada kegiatan seminar nasional. Pada kesempatan itu, ia mengajak kaum milenial untuk tidak golput pada Pemilu 2019.Ist
Besarnya angka pemilih milenial menjadikan Capres-Cawapres maupun Partai dan Caleg berusaha untuk menarik para pemilih pada tataran ini. Salah satunya melalui iklan dan kampanye dilini media sosial. Iklan yang dibuat sekreatif mungkin diharapkan mampu menarik minat kaum milenial yang acapkali dianggap abai terhadap dunia perpolitikan di indonesia.

Besarnya potensi ini juga menjadi perhatian Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa. Karolin pun mengajak para kaum milenial untuk tidak Golput dan menggunakan hak suaranya dalam Pemilu 17 April mendatang. Hal itu disampaikan Karolin saat menjadi narasumber dalam kegiatan seminar nasional yang digelar Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Pontianak, Jumat (12/4). 

Kegiatan seminar itu sendiri dihadiri ratusan kaum millenial yang sabagian besar merupakan pelajar dan mahasiswa di Kota Pontianak.

Dalam seminar yang mengusung tema Peran Kaum Millenial Dalam Menyukseskan Pemilihan Umum Yang Jujur, Damai dan Sejuk, Karolin mengimbau kepada kaum millenial yang hadir untuk berkontribusi menyukseskan Pemilu tahun 2019 dengan cara tidak Golput.

"Kalian kaum millenial merupakan elemen bangsa yang sangat penting untuk menentukan nasib bangsa dan negara ini ke depan. Jadi jangan sampai Golput," imbau Karolin pada kesempatan tersebut.

Menurutnya, kaum millenial merupakan generasi yang saat ini diincar suaranya bagi para kandidat Pemilu. Hal itu mengingat jumlah pemilih generasi millenial cukup banyak.

"Memang kaum millenial termasuk pemilih pemula dan jumlahnya cukup banyak, sehingga menjadi perebutan siapapun kandidat Capres maupun Cawapres dan juga perebutan dari partai politik," sebut mantan anggota DPR RI ini.

Dia menambahkan, saat ini partai politik telah melakukan berbagai cara untuk melakukan pendekatan kepada kaum millenial. Mulai dari jargon, menciptakan iklan, mencoba pendekatan melalui media sosial dan sebagainya. 

"Hal ini perlu dilakukan untuk menarik minat kaum millenial yang dianggap cuek terhadap dunia politik agar sadar pentingnya Pemilu bagi bangsa dan Negara. Kita ketahui kaum millenial ini jumlahnya cukup besar. Tapi selama ini mereka juga dianggap cuek terhadap dunia politik, sehingga perlu dilakukan berbagai pendekatan agar mereka tau pentingnya Pemilu," jelas Karolin.

Dia juga mengungkapkan, saat ini yang paling penting, bagaimana menyadarkan kaum millenial untuk peduli dengan kemajuan bangsa dan negara dengan berkontribusi mensukseskan Pemilu.

"Tantangan kita adalah agar kaum millenial memiliki kepedulian dalam bidang politik dan juga mau untuk memberikan suaranya ke TPS dan tidak Golput," pungkasnya. (dvi/hms/nak)