Warga Buta Aksara Bisa Didampingi Keluarga

Landak

Editor elgiants Dibaca : 159

Warga Buta Aksara Bisa Didampingi Keluarga
PEMILU-KPU Sintang mengelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS dalam rangka menghadapi Pemilu serentak 2019. Di Landak sebanyak 274.948 pemilih terdaftar diminta gunakan hak pilih pada 17 April nanti. Ist
NGABANG, SP - Masyarakat pemilih pada Pemilu 2019 di Kabupaten Landak yang sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 274.948 orang dan tersebar di 1.364 TPS. Masyarakat diminta untuk menggunakan hak pilihnya secara baik pada pelaksanaan hari pemilihan 17 April mendatang. Setidaknya hal itulah yang diharapkan Ketua KPU Landak, Herkulanus Yacobus. 

"Kita berharap, masyarakat pemilih yang sudah masuk dalam DPT Pemilu 2019 di Landak bisa menggunakan hak pilihnya pada hari pemilihan 17 April mendatang. Kita juga memastikan logistik Pemilu sudah sampai di KPPS sebelum hari pemilihan nanti, " ujar Yacobus, Senin (15/4).

Dikatakannya, bagi masyarakat pemilih yang mengalami buta aksara, bisa didampingi saat memberikan pilihannya di TPS nanti. 

"Khusus untuk pemilih yang buta huruf atau buta aksara, di TPS sudah tersedia formulir C3 atau surat pendamping pemilih. Mereka bisa memakai formulir C3 untuk didampingi saat memilih di TPS, " katanya. 

Disinggung pemilih buta aksara, ia mengatakan pemilih tersebut boleh dilakukan pendampingan oleh keluarganya, asalkan mengisi formulir C3.

"Sedangkan untuk pemilih yang menyandang disabilitas, selagi yang bersangkutan bisa bergerak ke TPS, bisa langsung memilih dengan mendatangi TPS. Bisa juga menggunakan kursi roda. Kalau tidak bisa, nantinya petugas KPPS bersama pengawas TPS dan para saksi bisa mendatangi pemilih bersangkutan, " jelasnya lebih lanjut.

Selain itu katanya lagi, sesuai Pasal 14 PKPU No. 3 tahun 2019, apabila sampai tiga hari sebelum hari pemungutan suara terdapat pemilih yang belum menerima formulir Model C6-KPU, pemilih yang bersangkutan dapat meminta formulir Model C6-KPU kepada ketua KPPS paling lambat satu hari sebelum hari pemungutan suara dengan menunjukkan KTP-el atau identitas lain.

"Formulir C6 atau surat pemberitahuan pemungutan suara, bukan undangan," kata Yacobus. 

Selanjutnya jelas Yacobus, pemilih yang terdaftar di DPT namun sampai hari pemungutan suara belum mendapatkan C6, masih bisa menggunakan hak pilihnya di TPS dengan menunjukkan KTP-el.

"Tapi cek terlebih dahulu nama anda dipapan pengumuman yang terpampang di depan TPS. Lalu sampaikan kepada petugas KPPS bahwa anda sudah terdaftar di DPT tersebut. Sebutkan nomor urut anda didalam DPT dengan menunjukkan KTP-el atau identitas lain. Anda akan dilayani sebagai pemilih DPT. Mencoblos dari jam 07.00 Wib hingga pukul 13.00 Wib," ucapnya.

Diterangkannya lagi, bagi masyarakat pemilih yang belum terdaftar di DPT, tentunya bisa menggunakan hak pilih sebagai Daftar Pemilih Khusus (DPK).

"Silakan datang ke TPS yang sesuai dengan alamat yang tertera pada KTP-el tersebut. Bagi pemilih khusus, waktu pencoblosannya juga khusus dari jam 12.00 Wib hingga pukul 13.00 Wib, " jelasnya. 

Diterangkan Yacobus, bagi pemilih yang kehilangan formulir A5 atau pindah memilih, tentunya pemilih bersangkutan bisa menggunakan hak pilihnya dengan langsung mendatangi TPS tujuan mulai pukul 07.00 Wib hingga pukul 13.00 Wib. 

"Periksa papan pengumuman A4 atau daftar pemilih tambahan yang terpampang di TPS. Lalu daftarkan diri anda pada petugas KPPS dengan menyebutkan nomor anda pada daftar DPTb tersebut sambil menunjukkan KTP-el atau identitas lain," jelas Komisioner KPU Landak dua periode ini. 

Sementara itu, Ketua Bawaslu Landak, Petrus Kanisius mengatakan, pihaknya juga melakukan persiapan dalam rangka pengawasan pada hari pemilihan nanti. 

"Saat ini kita masih konsentrasi pada masa tenang jelang hari pemilihan dengan menertibkan APK yang masih terpampang. Kita maunya pada masa tenang ini, semua APK dan bahan kampanye lainnya sudah bersih di Kabupaten Landak ini, "  harapnya. 

Dia juga berharap, jelang hari pemungutan suara Pemilu 2019 di Landak, situasi Kamtibmas bisa berlangsung kondusif. 

"Dengan demikian masyarakat pemilih bisa menggunakan hak pilihnya secara baik dengan mendatangi TPS," katanya. 

Petrus menambahkan, Bawaslu Landak juga akan melakukan pengawasan terhadap persiapan TPS. Mereka juga akan mengawasi kegiatan penyelengaraan Pemilu, terutama di tingkat TPS dan tingkat penyelenggara lainnya.

"Kita juga akan memberdayakan personel pengawasan yang berada dibawah Bawaslu Landak sampai di tingkat bawah. Kami juga akan mem-back up TPS yang dikategorikan rawan," janjinya. 

Dijelaskan Petrus, jika nantinya terjadi pelanggaran pada hari pemilihan, tentunya akan dilihat jenis pelanggaran yang dilakukan. 
"Kasus pelanggaran itupun dapat kita selesaikan dengan cepat ditempat. Kemudian, dituangkan dalam form A pengawasan," pungkasnya. (dvi/nak) 

TPS Sudah Disiapkan

Persiapan menyambut hari pemungutan suara Pemilu 2019 juga dilakukan di tingkat TPS di Landak. Seperti persiapan yang dilakukan di TPS 10 Dusun Martalaya Desa Raja Kecamatan Ngabang. Para petugas KPPS setempat sudah melakukan persiapan TPS. 

"Pada Pemilu tahun 2019 ini, di RT kami merupakan TPS baru. Makanya, ada petugas TPS kami yang masih baru, " ujar Ketua TPS 10, Fransiskus Asang ditemui, Senin (15/4)

Menurutnya, TPS 10 di RT nya akan menggunakan ruko kosong milik warga setempat. 

"Ruko itupun sudah kita bersihkan. Nanti kita akan menata tempat pemungutan suara sesuai dengan sket yang ada, " jelasnya lebih lanjut. 

Dia berharap kepada masyarakat pemilih di TPS 10 yang ia pimpin itu bisa mendatangi TPS untuk menggunakan hak pilih masing-masing pada hari pencoblosan nanti. 

"Formulir model C6 KPU yang merupakan surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih, sudah kita sebarkan kepada pemilih sesuai DPT yang ada. Jumlah DPT di TPS kami sebanyak 196 pemilih, " katanya. (dvi/nak)