Kamis, 19 September 2019


Disdikbud Landak Minta Masyarakat Dukung Sistem Zonasi PPDB

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 133
Disdikbud Landak Minta Masyarakat Dukung Sistem Zonasi PPDB

Ilustrasi PPDB

NGABANG, SP - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Landak mulai melakukan persiapan kegiatan  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020. Dijadwalkan kegiatan PPDB itu akan digelar akhir bulan Juni ini hingga menjelang awal Juli atau waktu libur sekolah. 

Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Landak, Solamin mengatakan, memang ada acuan dalam kegiatan PPDB tersebut. 
"Jadwal PPDB ini sesuai kalender pendidikan dan mengacu kepada aturan, " ujar Solamin, Minggu (12/5).

Untuk persiapan kegiatan PPDB itu, Disdikbud Landak akan membuat surat edaran kepada sekolah yang ada di Landak.
 "Rencana kegiatan PPDB ini pun juga sudah kita sampaikan ke WA grup kita dan MKKS. Semua sekolah saya pastikan sudah membaca rencana kegiatan PPDB itu," katanya. 

Dijelaskannya, sistim dari pelaksanaan PPDB tahun 2019 ini tidak jauh berbeda dari tahun 2018 lalu. 

"Sistemnya kita masih memakai zona seperti tahun 2018 lalu. Sistem itu memang harus diterapkan supaya calon peserta didik tidak lagi memilih sekolah yang jauh dari rumahnya. Dia harus sekolah di sekolah sekitar tempat tinggalnya. Hal ini dilakukan supaya tidak ada sekolah yang kosong peserta didik barunya, " jelas Solamin. 

Disdikbud Landak meminta kepada masyarakat untuk mendukung pendidikan di daerahnya. 

"Kalau sekolah sudah didirikan di sekitar tempat tinggalnya, tapi tidak ada muridnya, tentu sekolah yang dibangun itu akan sia-sia," ucapnya. 

Solamin juga meminta kepada para Kepala Sekolah untuk tetap memedomani aturan yang berlaku dalam kegiatan PPDB itu. 

"PPDB ini harus mengacu pada aturan yang dibuat oleh Pemerintah Daerah. PPDB ini pun tidak ada biaya. Kalau ada sekolah yang ketahuan melakukan penarikan biaya PPDB, memang bukan kewenangan kita untuk memberikan sanksi kepada sekolah, tapi atasan yang memberikan sanksi. Kita paling hanya memberikan rambu-rambu tentang pelaksanaan PPDB ini, " akunya.

Terpisah, salah satu masyarakat Landak, Fransiskus mendukung adanya sistim zonasi dalam kegiatan PPDB tersebut. 

"Saya rasa apa yang sudah diambil pemerintah itu sudah tepat dan adil. Hal ini dilakukan supaya ada pemerataan pembagian peserta didik baru, " katanya. 

Dia bersyukur karena disekitar tempat tinggalnya di Desa Raja sudah dibangun sekolah.

"Di sekitar rumah saya ada SMPN 2 Ngabang, ada SD, ada TK/PAUD dan ada juga SMA. Warga disekitar tempat saya tinggal juga banyak memasukan anaknya sekolah di sekolah sekitar tempat tinggalnya, " aku Fransiskus. 

Dia menambahkan, sistem zonasi yang diterapkan oleh pemerintah itu memang sangat bermanfaat sekali. Disamping pemerataan peserta didik baru, manfaat lainnya yakni memberikan kemudahan bagi pihak sekolah untuk memastikan bahwa seluruh anak usia sekolah di area tersebut terdaftar di sekolah.

"Sistem zonasi inipun sepengetahuan saya sudah diterapkan disejumlah negara maju. Di Indonesia sendiri, penerapan sistem ini untuk memenuhi sila ke lima Pancasila yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jadi, kita sebagai masyarakat harus memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan sistem zonasi ini, " harapnya. (dvi/nak)