Kamis, 12 Desember 2019


Korban Banjir Landak Mulai Mengungsi

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 112
Korban Banjir Landak Mulai Mengungsi

BANJIR LANDAK - Banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kota Ngabang mulai menimbulkan pengungsian. Para warga korban banjir di Kota Ngabang mengungsi di posko banjir Kantor Koramil Ngabang.

NGABANG, SP - Banjir disejumlah wilayah di Kabupaten Landak mulai menimbulkan pengungsian. Seperti banjir yang terjadi disejumlah wilayah di Kota Ngabang sudah menimbulkan pengungsian. Mereka mengungsi di posko banjir Koramil Ngabang. 

"Untuk sementara ini baru tiga Kepala Keluarga (KK) dengan 12 jiwa yang mengungsi di posko Koramil Ngabang. Semuanya berasal dari kawasan Tanjung Dusun Hilir Kantor Desa Hilir Kantor Kecamatan Ngabang. Apalagi di daerah itu sering terendam banjir karena berada di pinggiran sungai Ngabang, " ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak, Banda Kolaga, Senin (10/6).

Diakuinya, memang ada warga setempat yang belum mengungsi. Mereka memilih bertahan di rumahnya. 

"Merekapun membuat pangkeng (panggung) untuk bertahan di rumahnya. Ada juga warga yang mengungsi di rumah penduduk dan keluarganya yang tidak terendam banjir, " terangnya. 

Banda menambahkan, di posko pengungsian banjir di Koramil Ngabang sudah disiapkan logistik berupa makanan seperti mie instan, lauk pauk dan lain sebagainya. 

"Kami juga masih menerima bantuan logistik banjir dari pihak lainnya. Asalkan bantuan logistik itu bisa dikoordinasikan kepada BPBD Landak," ucapnya. 

Dikatakannya, untuk sementara ini, banjir di Kota Ngabang sudah mulai surut mencapai dua senti. 

"Hanya saja akses jalan yang terendam banjir belum bisa dilalui kendaraan. Warga bisa mencari jalan alternatif lainnya seperti melalui jalan jalur dua," harapnya. 

Pantauan disejumlah ruas jalan di Kota Ngabang, hingga siang kemarin, akses transportasi jalan masih lumpuh. Seperti di ruas jalan kawasan Sungai Buluh Dusun Hilir Kantor Dasa Hilir Kantor Kecamatan Ngabang. Ruas jalan di kawasan tersebut masih terendam banjir, sehingga akses transportasi masyarakat di kawasan tersebut masih terendam banjir. Demikian juga di kawasan Tanjung di daerah yang sama, juga masih terendam banjir dan akses transportasipun menjadi lumpuh.

Banjir juga merendam sejumlah jalan gang di Desa Hilir Tengah Kecamatan Ngabang. Banjirpun merendam ruas jalan yang menghubungkan Desa Hilir Tengah dengan Desa Raja. Akibatnya, arus transportasi masyarakat menjadi terganggu. 

Sementara itu, Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio mengunjungi lokasi banjir di Desa Mandor, Minggu (9/6) malam. Saat itu Kapolres didampingi langsung Kapolsek Mandor Iptu Anuar Syarifudin. Mereka juga melakukan pengecekan debit serta ketinggian air tepi sungai Desa Mandor.

Dalam pengecekan tersebut, Kapolres memastikan jika banjir di Mandor berangsur-angsur surut. Saat ini pun air sudah dalam keadaan normal. Selain itu, tidak ada rumah warga yang terletak dibantaran sungai Mandor terendam banjir.

"Saya memastikan langsung apakah air meningkat atau surut. Saat inipun air sudah surut dan tidak ada lagi rumah warga yang terendam banjir. Ketinggian air dari dasar sungai saat ini diperkirakan 1,5 m s/d 2 meter dan ini dapat dikatakan normal," ujar Kapolres. 

Bowo juga menjelaskan, tidak ada rumah warga yang hanyut saat banjir bandang di Desa Mandor berberapa waktu lalu. Namun, ada satu rumah warga yang terletak persis ditepi bantaran sungai Mandor yang mengalami kerusakan dan hampir roboh akibat dampak banjir tersebut.

"Untuk rumah yang dikabarkan hanyut serta 268 KK warga mengungsi, tidak benar adanya. Namun, pada saat kejadian, memang warga yang rumahnya terletak dibantaran sungai mengungsi ke tempat lebih tinggi. Sedangkan untuk korban meninggal dunia akibat banjir di Mandor, memang hanya satu jiwa," terangnya.

Kapolres mengimbau warga untuk selalu mengawasi anak- anaknya apabila terjadi banjir. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya korban meninggal dunia akibat banjir.

"Kita ketahui biasanya anak- anak apabila terjadi banjir, mempunyai keinginan untuk mandi bersama rekan-rekan sepermainannya. Dalam hal ini kita sebagai orang tua harus peka dan jeli melihat situasinya agar tidak terjadi korban jiwa. Saya juga berharap masyarakat untuk selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Kami akan selalu siap untuk membantu masyarakat dan dapat melakukan langkah- langkah dengan segera," katanya. (dvi/nak)

Perhatikan Kesehatan Pengungsi

Mahasiswa asal Kabupaten Landak, Setyawati meminta pemerintah Kabupaten untuk segera melakukan langkah-langkah kongkrit terkait penanganan terhadap korban banjir Landak yang saat ini sedang mengungsi.

Salah satu hal penting yang perlu menjadi perhatian menurutnya adalah soal kesehatan para pengungsi yang di khawatirkan mengalami penurunan. Ini menurut Setyawati belum ditambah ancaman lain seperti sulitnya akses air bersih, lokasi bekas banjir yang kotor serta berbagai persoalan kesehatan lainnya.

“Harus diturunkan tim kesehatan untuk memantau warga korban banjir ini,” serunya

“jangan sampai mereka terkena berbagai penyakit sebagai dampak buruknya sanitasi, tidak higienisnya makanan dan tempat yang mungkin kotor bisa menyebabkan berbagai penyakit,” lanjutnya lagi.

Selain itu, Setyawati juga meminta kebutuhan logistik pengungsi agar di perhatikan, serta meminta tim dari BPD untuk selalu waspada menghimbau warga yang belum mengungsi jika sewaktu-waktu terjadi banjir susulan.

“Cuaca kita masih belum menentu, hujan masih kerap turun, tidak menutup kemungkinan bakal banjir lagi. BPBD dan Tagana mesti sigap menghimbau warga serta menyediakan peralatan keselamatan,” serunya. (nak)