Banjir Landak Berangsur Surut

Landak

Editor elgiants Dibaca : 46

Banjir Landak Berangsur Surut
BERI BANTUAN - Kepala Pelaksana BPBD Landak, Banda Kolaga didampingi Danramil Ngabang dan Kapolsek Ngabang menyerahkan bantuan logistik banjir kepada Kades Ambarang Kecamatan Ngabang, Martin. BPBD Landak terus menyalurkan bantuan logistik kepada masyaraka
NGABANG, SP - Banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kota Ngabang Kabupaten Landak mulai berangsur surut sejak Selasa (11/6) subuh kemarin. Pantauan Suara Pemred disejumlah kawasan yang terendam banjir pada siang kemarin, sejumlah kawasan sudah tidak terendam banjir lagi. 

Seperti yang terpantau di ruas jalan raya yang menghubungkan Desa Hilir Tengah dengan Desa Raja, sudah tidak terendam banjir lagi. Arus transportasi masyarakat yang sebelumnya lumpuh, kini normal kembali. 

Demikian juga dengan ruas jalan di kawasan Sungai Buluh Desa Hilir Kantor sudah mulai surut. Bahkan, kendaraan sudah bisa melintas diruas jalan itu. Hanya saja, masih ada genangan banjir sedikit diruas jalan itu. Tapi tidak menghambat arus transportasi masyarakat. Namun demikian, kendaraan diminta untuk tidak terlalu laju melintas diruas jalan yang masih terendam banjir di kawasan Sungai Buluh itu. 

Hanya saja ruas jalan di kawasan Tanjung Dusun Hilir Kantor Desa Hilir Kantor masih terendam banjir. Akibatnya, arus transportasi masyarakat setempat masih lumpuh. Apalagi kawasan Tanjung memang berada di pinggir Daerah Aliran Sungai (DAS) Ngabang. Hal sama juga terjadi di ruas jalan Dusun Rai dan Dusun Pesayangan Desa Raja. Ruas jalan di dua dusun itu masih terendam banjir. Arus transportasi masyarakat juga masih lumpuh. Kedua dusun itupun juga berada di pinggir DAS Ngabang. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak, Banda Kolaga mengakui jika banjir yang merendam sejumlah kawasan di Kota Ngabang mulai surut. 

"Surutnya genangan banjir itu terjadi Selasa subuh sekitar pukul 03.00 WIB. Kita bisa melihat sejumlah wilayah di Kota Ngabang sudah tidak terendam banjir. Memang ada kawasan yang masih terendam banjir. Tapi genangan air terus surut. Nah, untuk warga Tanjung yang mengungsi di posko pengungsian Koramil Ngabang, masih bertahan di posko. Mereka akan pulang ke rumahnya jika banjir benar-benar surut, " ujar Banda, Selasa (11/6).

Meskipun banjir tidak lagi menggenang Kota Ngabang, dia meminta kepada warga yang berada di hilir sungai Ngabang seperti Kecamatan Sebangki untuk waspada menerima banjir kiriman.
 
"Tapi kita sudah melakukan antisipasi untuk menghadapi banjir di daerah hilir sungai Ngabang," katanya. 

Selain di Ngabang, surutnya air juga terjadi di Kecamatan lainnya di Kabupaten Landak. Kecamatan itu seperti di Kecamatan Air Besar dan Kecamatan Kuala Behe. 

"Demikian juga di Kecamatan Mandor sudah surut. Tercatat ada tujuh kecamatan yang dilanda banjir. Kecamatan itu seperti Kecamatan Mandor, Sengah Temila, Meranti, Air Besar, Kuala Behe, Ngabang dan Kecamatan Sebangki. Banjir terlama terjadi di Kecamatan Ngabang, " aku Banda. 

Dia juga menjelaskan, untuk jumlah masyarakat yang terdampak banjir di Kecamatan Mandor sebanyak 268 KK dengan 1048 jiwa. Satu korban banjir meninggal dunia di Mandor. 

"Sedangkan, data warga yang terdampak banjir di Kecamatan Kuala Behe sebanyak 520 KK yang tersebar di lima dusun. Banjir di Dusun Nyawan Kecamatan Kuala Behe juga berdampak pada satu unit gedung PAUD, satu unit gedung  SDN dan satu unit Polindes. Untuk di Dusun Belimbing, satu unit Masjid dan di Dusun Senuang satu unit gedung SDN, " jelasnya.

Untuk jumlah warga terdampak banjir di kawasan Tanjung Desa Hilir Kantor Kecamatan Ngabang ada 118 jiwa dengan jumlah rumah warga terendam banjir sebanyak 29 KK. 

"Kemudian, di Dusun Pesayang Desa Raja Kecamatan Ngabang ada 512 jiwa warga yang terdampak banjir. Pulau Bendu Desa Hilir Tengah Kecamatan Ngabang 168 jiwa, Dusun Rai Desa Raja Kecamatan Ngabang 425 jiwa, Dusun Martalaya Desa Raja 105 jiwa dan Dusun Raja Desa Raja 202 jiwa, " terangnya. 

Adapun untuk di Dusun Munggu Desa Munggu Kecamatan Ngabang sebanyak 330 KK dengan 1090 jiwa, Dusun Riam Panjang 150  KK  550 jiwa, Dusun Manggu 80 KK 280 jiwa dan Dusun Selaba 130 KK 450 jiwa. 

"Sedangkan warga yang terdampak banjir di Desa Serimbu Kecamatan Air Besar sebanyak 57 KK 225 jiwa, Desa Jambu Tembawang 79 KK 315 jiwa dan Desa Sepangah 89 KK 467 jiwa," jelas Banda.
 
Ditambahkannya, BPBD Landak juga terus menyalurkan bantuan logistik kepada korban banjir. 

"Seperti bantuan logistik kepada korban banjir di Desa Ambarang Kecamatan Ngabang sudah disalurkan hari ini (kemarin). Bantuan logistik itu berupa beras, mi instan, ikan kaleng dan air mineral. Selain itu, kita juga sudah menyalurkan bantuan logistik kepada korban banjir di Kecamatan Mandor yang diserahkan langsung oleh Ibu Bupati. Sedangkan untuk tempat lain yang belum disalurkan bantuan logistik, kita masih menunggu logistik terkumpul. Untuk fasilitas umum yang rusak dan areal persawahan yang rusak akibat banjir, kami masih menunggu laporan dari pihak desa setempat, " akunya. 

Sementara itu, Kepala Desa Ambarang Kecamatan Ngabang, Martin mengucapkan terima kasihnya kepada Pemkab Landak yang sudah menyalurkan bantuan logistik bagi warganya yang terdampak banjir. 

"Banjir di Desa Ambarang terjadi di Dusun Bongo RT 08 Tanjung Monte sebanyak 34 KK 135 jiwa, Dusun Emperiuk RT 07 Sebua sebanyak 50 KK 189 jiwa dan di Ambarang sendiri disekitar gedung SDN ada tujuh KK dengan 24 jiwa. Puji Tuhan, banjir yang melanda Desa Ambarang sudah berangsur surut," aku Martin. 

Dia berjanji bantuan logistik itu akan secepatnya disalurkan kepada korban banjir di desanya.

"Kita akan menyalurkannya melalui kadus dan tokoh masyarakat setempat. Bantuan logistik itupun kita prioritaskan kepada warga yang rumahnya terendam banjir," ucapnya. (dvi/nak) 

Bantu Korban Banjir

Salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Landak, menyalurkan bantuan tanggap darurat bencana di Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak, Selasa (11/6). Penyerahan bantuan itu diterima langsung Camat Air Besar, Heri Sarkinom di Kantor Camat Air Besar. 

Bantuan tanggap darurat bencana banjir yang disalurkan itu berupa sembako seperti beras, gula, kopi, minyak goreng dan mi instant. Bantuan sosial tersebut diperuntukan untuk penanggulangan korban banjir di wilayah Kecamatan Air Besar. 

Menurut Manager perusahaan, Silitonga mengatakan, bantuan yang disalurkannya tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan melalui dana CSR perusahaan kepada warga yang terkena musibah banjir.

"Penyerahan bantuan sosial ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan dari dana CSR kepada warga yg terkena musibah banjir. Harapan kami, bantuan ini bisa dijadikan ikatan silahturahmi antara perusahaan dan warga, sehingga tetap terjaga dan selalu bekerjasama dengan perusahaan, " harap Silitonga. 

Camat Air Besar, Heri Sarkinom menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada pihak perusahaan yang telah memberikan bantuan sosial kepada masyarakat.

"Bantuan ini akan kami salurkan kepada masyarakat korban banjir berdasarkan data dan laporan dari para Kepala Desa yang terkena dampak banjir," katanya. 

Kapolsek Air Besar Iptu Elfis Satria Efdi juga menyampaikan ucapan terimakasih atas kepedulian pihak perusahaan yang menyalurkan bantuan kepada masyarakat korban banjir. 

"Bantuan sosial ini saya harapkan segera disalurkan kepada yang membutuhkan," harapnya. (dvi/nak)