Rabu, 20 November 2019


Objek Wisata Air Besar Terkendala Akses Jalan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 104
Objek Wisata Air Besar Terkendala Akses Jalan

JALAN RUSAK - Beginilah akses jalan menuju objek wisata air terjun Dait jika musim hujan seperti sekarang ini. Pemerintah setempat diminta untuk memikirkan perbaikan akses jalan menuju objek wisata itu dengan akses jalan lainnya di objek wisata yang ada d

NGABANG, SP - Akses jalan masih menjadi kendala utama menuju sejumlah objek wisata di Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak. Padahal Kecamatan tersebut terkenal dengan objek wisatanya berupa air terjun dan riam. Namun demikian Pemerintah Kecamatan Air Besar terus berupaya untuk memperbaiki akses jalan menuju sejumlah objek wisata di Kecamatan Air Besar. 

Menurut Camat Air Besar, Heri Sarkinom mengatakan, untuk infrastruktur jalan menuju lokasi objek wisata di Kecamatan Air Besar, untuk sementara ini pihaknya masih berkomunikasi dan melihat kondisi yang ada. 

"Berkenaan dengan itu banyak lokasi-lokasi wisata masih masuk di daerah kawasan, sehingga kita harus menunggu keputusan dari Kementerian Kehutanan apakah lokasi itu bisa dijadikan objek wisata. Kita juga harus melihat regulasi yang ada," ujar Heri, Kamis (13/6).

Dikatakannya, Pemkab Landak sudah membuat program untuk lokasi wisata. Hal itupun sudah menjadi program prioritas. 

"Tapi harus melihat juga mana objek yang harus diutamakan. Selain itu sudah ada juga komitmen dari Ibu Bupati. Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati yang sudah memberikan kesempatan untuk bisa mengekplor lokasi-lokasi wisata, terutama di air terjun Dait, " katanya.
 
Ditambahkannya, untuk objek wisata air terjun Dait di Desa Sekendal itu sudah dibuka akses jalannya. 

"Pemerintahan desa setempat juga sudah berperan aktif untuk itu. Berkenaan dengan akses jalan yang ada, sebenarnya pemerintahan desa juga mempunyai kewenangan yang sesuai dengan ketentuan yang ada di mereka. Tapi kita harus menunggu regulasi dari pemerintah yang lebih tinggi," ucap Dia.
 
Heri juga mengakui, untuk memperbaiki akses jalan yang ada, sampai saat ini pihaknya belum melibatkan secara langsung peran dari perusahaan yang ada. 

"Sebab, posisi perusahaan yang ada, mungkin masih banyak persiapan yang harus mereka lakukan. Tapi pada prinsipnya, kita akan berkolaborasi dengan pihak perusahaan untuk membantu,” imbuhnya. 

Heri mengatakan, pengeloaan objek wisata di Kecamatan Air Besar juga akan melibatkan BUMDes setempat yang ada. Di lokasi objek wisata tersebut sudah ada sejumlah lembaga yang dibuat untuk pengelolaan objek wisata itu. 

"Lembaga itu seperti Pokdarlih, ada juga pendampingan dari BUMDes setempat. Nantinya mereka bisa melihat apa buah tangan yang bisa dibawa oleh wisatawan ketika mengunjungi objek wisata yang ada di daerah tersebut. Dengan demikian sumber daya alam dilokasi objek wisata itu bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat setempat, " ungkapnya.
 
Heripun mengakui, hal tersebut sudah pernah dilakukan di Desa Sekendal yang terkenal objek wisatanya air terjun Dait. 

"Ibu PKK setempat sudah membuat manisan dari bahan sumber daya alam yang ada di desa tersebut. Manisan itu seperti manisan rebung dan manisan kandis. Hanya saja mereka masih terkendala dengan peralatan yang minim. Hal inipun harus menjadi pikiran kita bersama," jelasnya. 

Sementara itu, salah satu wisatawan asal Kota Pontianak, Febri mengakui jika dia sudah berkunjung ke air terjun Dait. 

"Saya sudah pernah berwisata di air terjun Dait bersama keluarga pada hari raya Idul Adha dua tahun yang lalu. Akses jalan menuju air terjun Dait memang penuh tantangan. Apalagi sepanjang jalan, akses jalan terbuat dari tanah merah,” terang Febri. 

Diakuinya, saat menuju objek wisata itu, dia bersama keluarga menggunakan sejumlah kendaraan roda dua. 

"Saya sendiri awalnya tidak tau kalau jalannya seperti itu. Beruntung, saat kami kesana, ruas jalan sudah kering, sehingga kami tidak menemui kesulitan ketika melintas jalan itu. Hanya saja ada sejumlah tanjakan yang terjal. Kalau tidak mahir menggunakan kendaraan sepeda motor, bisa-bisa kita terjatuh saat melintas di jalan itu," katanya. 

Febripun mengaku jika dia ingin kembali lagi ke lokasi objek wisata air terjun Dait pada libur lebaran lalu. 

"Tapi katanya akses jalan menuju lokasi wisata itu semakin parah karena disiram hujan terus menerus. Akhirnya, saya urungkan niat untuk mengunjungi objek wisata itu, " ucapnya. 

Dia berharap, pemerintah setempat bisa memperbaiki akses jalan menuju lokasi objek wisata air terjun Dait itu. 

"Apalagi objek wisata air terjun Dait sudah terkenal di dunia maya. Saya saja tau adanya objek wisata itu dari media sosial, " aku Febri. (dvi/nak) 

Dukung Perbaikan Jalan 

Salah satu masyarakat Kecamatan Air Besar, Muharam meminta Pemkab Landak untuk berupaya guna memperbaiki akses jalan menuju sejumlah objek wisata di Kecamatan Air Besar. 

"Kita tetap mendukung apa saja upaya yang dilakukan Pemkab Landak untuk memperbaiki akses jalan itu. Sebab, jika akses jalan bagus, saya yakin akan banyak lagi wisatawan mendatangi sejumlah objek wisata di Kecamatan Air Besar, " ujar Muharam. 

Dikatakannya, jika akses jalan bagus dan banyak wisatawan mengunjungi objek wisata itu, tentu akan bermanfaat bagi warga setempat. 

"Masyarakat bisa berjualan apa saja dilokasi objek wisata itu. Pada akhirnya akan menambah penghasilan warga setempat," katanya. 

Dia menyadari, untuk memperbaiki akses jalan sejumlah objek wisata di Kecamatan Air Besar, memang memerlukan waktu yang lama dan kerja sama dari semua pihak, termasuklah masyarakat. 

"Masyarakat bisa mempunyai tanggung jawab untuk memelihara jalan yang sudah diperbaiki itu, termasuk menjaga kelestarian sejumlah objek wisata di Air Besar, " tutupnya. (dvi/nak)