Rabu, 20 November 2019


Petani Diminta Tak Tergantung Pupuk Kimia

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 100
Petani Diminta Tak Tergantung Pupuk Kimia

PELATIHAN - DPPKP Landak menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik kepada para petani. Dengan adanya pupuk itu, diharapkan petani tidak tergantung pupuk organik. Ist

NGABANG, SP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak melalui Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) memberikan pelatihan cara pembuatan pupuk organik kepada para petani. Pelatihan itu digelar di Dusun Kepayang Desa Sebatih Kecamatan Sengah Temila, Kamis (13/6).

Pelatihan itu diikuti para petani yang terdiri dari dua kelompok tani yakni Ai Sabingko, Mekar Jaya dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) desa Sebatih.

Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik itu menghadirkan narasumber dari PT  Biosindo Mitra Jaya serta Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Landak.

Kepala Bidang TPH DPPKP Landak, Sinaga mengatakan, tujuan digelarnya pelatihan itu, selain untuk memberikan wawasan kepada para petani, tetapi juga memberikan keahlian khusus untuk bisa membuat pupuk organik dan pengaplikasianya agar para petani tidak ketergantungan pada pupuk kimia.

"Tujuan kita melaksanakan pelatihan pembuatan pupuk organik ini untuk memberikan pemahaman kepada para petani bahwa penggunaan pupuk kimia terus menerus dapat merusak struktur tanah yang mengakibatkan tanah ketergantungan terhadap unsur kimia tersebut," katanya. 

Sementara itu, Sekretaris DPPKP Landak, Evert Apat mengatakan, perkembangan pertanian organik sebagai salah satu teknologi alternatif untuk menanggulangi persoalan lingkungan.

"Persoalan besar yang terjadi disebabkan karena pencemaran tanah yang menyebabkan persediaan unsur hara dalam tanah semakin lama semakin menipis," ujarnya. 

Evert menjelaskan, melimpahnya sumber daya alam yang ada disekitar masyarakat harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan memanfaatan limbah tanaman dan ternak. Hal itu tentunya mengurangi biaya pengeluaran petani. Sebab, pembuatan pupuk berasal dari limbah sangat mudah didapat dan tentu harganya murah.

"Penggunaan pupuk organik ramah terhadap lingkungan lebih hemat biaya. Bahan baku pupuk organiknya sangat tersedia dan melimpah, seperti jerami, kotoran ternak, arang sekam dan serbuk gergaji," terangnya. (dvi/nak)