BPBD Terus Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir

Landak

Editor elgiants Dibaca : 72

BPBD Terus Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir
BANTUAN - Sejumlah bantuan logistik banjir yang berada di Kantor Camat Air Besar siap disalurkan kepada masyarakat korban banjir di kecamatan tersebut. Tercatat, ada tiga desa di Kecamatan itu yang terendam banjir.
NGABANG, SP - Meskipun banjir yang sempat sejumlah kecamatan di Kabupaten Landak sudah surut, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak terus menyalurkan bantuan logistik banjir kepada masyarakat korban banjir. Bantuan logistik banjir itu, tidak hanya dari Pemkab Landak saja. Tapi juga ada dari sejumlah pihak yang memberikan bantuan. 

Seperti penyaluran bantuan logistik banjir dari PT. Pelindo kepada korban banjir di Kecamatan Air Besar yang dilakukan Sabtu (15/6). Penyaluran bantuan itupun didampingi BPBD Landak.  Menurut Kepala Pelaksana BPBD Landak, Banda Kolaga mengucapkan terima kasih kepada PT. Pelindo yang sudah berpartisipasi memberikan bantuan logistik banjir. Apalagi penyaluran bantuan itupun berkoordinasi dengan BPBD Landak. 

"Makanya kami memberikan pendampingan saat penyaluran bantuan itu di Kecamatan Air Besar. Bantuan itu diserahkan kepada para masing-masing Kepala Desa yang wilayahnya terkena dampak banjir, " ujar Banda, Minggu (16/6).

Dikatakannya, banjir di Kecamatan Air Besar itu melanda di Desa Jambu, Desa Serimbu dan Desa Sepangah. 

"Saya berharap bantuan logistik itu secepatnya disalurkan lagi kepada masyarakat korban banjir. Jangan disimpan terlalu lama, " harap Banda. 

Ditambahkannya, untuk kondisi logistik bantuan banjir di BPBD Landak masih mencukupi. 

"Logistik itupun ditambah dengan masih banyaknya logistik yang diterima oleh BPBD Landak dari sejumlah pihak terkait yang peduli dengan musibah banjir, " akunya. 

Lebih jauh Banda mengingatkan kepada masyarakat yang berada di pinggiran DAS di Landak untuk tetap waspada terhadap banjir susulan dari perhuluan sungai. 

"Hal ini mengingat masih berpotensinya terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Landak. Untuk mengantisipasi datangnya banjir susulan itu, kita masih memberlakukan status tanggap darurat yang dimulai sejak tanggal 8 Juni hingga 23 Juni mendatang, " jelasnya. 

Dia menambahkan, dengan masih diberlakukannya masa tanggap darurat itu, BPBD Landak mengaku masih tetap siaga dalam menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi. 

"Termasuk jika datangnya banjir dari perhuluan sungai, " ucapnya. 

Banda juga meminta peran aktif dari masyarakat di wilayah masing-masing agar dapat melaporkan jika kondisi di wilayah mereka terjadi bencana. 

"Saya berharap agar masyarakat setempat dapat segera melakukan tindakan evakuasi, " pintanya.

Berdasarkan data dari BPBD Landak, sebanyak 6.720 jiwa dari 2440 Kepala Keluarga di tujuh kecamatan di Landak menjadi korban terdampak banjir yang terjadi pada 8 Juni lalu.
                  
"Meskipun banjir saat ini telah surut dan sejumlah pengungsi telah kembali ke rumahnya masing-masing, namun kondisi pasca banjir ini masih menyisakan sejumlah dampak kerugian yang cukup besar bagi sebagian warga yang rumahnya terendam banjir," aku Banda. 

Dijelaskannya, berdasarkan hasil pemetaan BPBD Landak, tercatat sedikitnya ada 2.285 rumah warga yang sebelumnya terdampak dari bencana banjir itu.

"Bahkan, satu unit rumah warga yang berada di Kecamatan Mandor dilaporkan mengalami kerusakan akibat derasnya air saat banjir melanda. Namun demikian, kita belum dapat memastikan jumlah total kerugian materil yang diakibatkan bencana banjir ini. Hal inipun mengingat, hingga saat ini kita masih mendata jumlah jiwa maupun rumah warga yang terdampak banjir, " katanya.     (dvi/nak)