TPU Muslim di Kota Ngabang Bertambah

Landak

Editor elgiants Dibaca : 46

TPU Muslim di Kota Ngabang Bertambah
TPU - Petugas Kantor Kemenag Landak sedang menentukan arah kiblat dilahan TPU Muslim di Selojeng, Dusun Tungkul, Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang. Lahan TPU itu merupakan tanah wakaf dari salah satu masyarakat setempat.
Lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim bertambah di Kota Ngabang. Bertambahnya lahan TPU itu setelah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Landak menentukan arah kiblat dilahan TPU Muslim di Selojeng Dusun Tungkul Desa Hilir Kantor Kecamatan Ngabang, Selasa (2/7). 

Dengan menggunakan alat kompas, petugas Kantor Kemenag Landak berhasil menentukan arah kiblat dilahan TPU tersebut. 

Menurut Ketua pengurus lahan TPU Muslim Selojeng, H. Supiadi Ikal, lahan TPU Muslim Selojeng itu merupakan tanah wakaf dari masyarakat Desa Hilir Kantor bernama Wagimin. 

"Beliau memiliki tanah seluas satu hektare dan beliau mewakafkan tanahnya untuk pemakaman Muslim, " ujar Ikal. 

Dikatakannya, dalam pengelolaan lahan pemakaman itu, masyarakat secara bergotong royong membersihkan lahan tersebut dari semak belukar. 

"Alhamdulillah, lahan ini sudah kita bersihkan dari semak belukar. Ini berkat kerja sama antara pengurus lahan TPU dengan masyarakat. Para donatur juga sudah berusaha semaksimal mungkin, sehingga tanah makam ini bisa kami garap," tuturnya. 

Dia menambahkan, lahan makam itu sudah dilakukan penggarapan pada 26 Januari 2018 lalu. 

"Penyerahan tanah wakaf ini pun dilakukan ditanggal itu juga. Jadi, tanah ini yang diwakafkan seluas satu hektare. Sisanya setengah hektare, kita bayar dengan harga Rp. 25 juta. Jadi, luas lahan pemakaman ini sebesar 1,5 hektare," terangnya.
 
Sedangkan untuk jalan lahan masuk ke pemakaman yang masih jalan tanah. Ikal mengatakan, jika donatur berjalan lancar, tentunya jalan menuju pemakaman akan dibenahi juga. 

"Mudah-mudahan donatur kita tetap aktif menjalankan usaha donaturnya," ucapnya. 

Sementara itu, perwakilan Kantor Kemenag Landak, Zulkarnain mengapresiasi adanya tanah pemakaman Muslim di Selojeng.
 
"Apalagi tanah makam ini merupakan tanah wakaf dari masyarakat. Ini merupakan amal fadilah yang bermanfaat. Berbahagialah orang yang terlibat dalam pengelolaan tanah wakaf ini," katanya.
 
Zulkarnain mengingatkan supaya pengurus tanah makam tersebut untuk membuat akte ikrar wakaf di Kantor Urusan Agama (KUA) Ngabang. 

"Kita memang memerlukan dokumen untuk kepentingan pengelolaan tanah makam ini. Dokumen itu yakni akte ikrar wakaf. Dengan demikian, tanah makam ini bisa dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan umat Muslim,” pungkasnya. (dvi/nak)