Minggu, 22 September 2019


Personel TNI Siap Terjun ke Desa

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 76
Personel TNI Siap Terjun ke Desa

KARHUTLA - Peristiwa kebakaran hutan yang terjadi tahun 2018 lalu. BPBD Landak mengaku telah melakukan persiapan dalam menghadapi musim kemarau yang di prediksi akan berlangsung panjang pada tahun 2019 ini. Ist

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak melakukan persiapan untuk menghadapi musim kemarau tahun 2019 ini. Persiapan tersebut berupa penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Apalagi BPBD Landak memprediksikan, Landak akan menghadapi kemarau panjang mulai Juli ini. 

Menurut Plh Kepala Pelaksana BPBD Landak, Marcel Benny, hampir semua Kecamatan yang ada di Kabupaten Landak rentan terhadap peristiwa Karhutla. 

"Yang sering terjadi Karhutla menurut dari Manggala Agni yakni di Kecamatan Mandor. Tapi tidak menutup kemungkinan kecamatan lain di Landak ini juga rentan terjadi Karhutla, " ujar Benny, Rabu (3/7).

Dikatakannya, pada tahun 2018 lalu, selain fokus di Kecamatan Mandor, BPBD juga menangani banyak kasus Karhutla seperti di Kecamatan Air Besar, Kecamatan Kuala Behe dan Kecamatan Jelimpo.

"Terjadinya Karhutla ini sebenarnya dari manusia itu sendiri," ucapnya. 

Selain itu lanjut Benny, dia juga pernah ikut kegiatan pembekalan untuk menghadapi Karhutla yang dilaksanakan belum lama ini di tingkat Provinsi Kalbar. 

"Mungkin pada Juli ini akan ada seribu personel TNI yang datang ke Kalbar untuk memberikan edukasi atau pembelajaran kepada masyarakat terkait Karhutla," sebut Benny.

Dia menambahkan, para personel TNI yang dikirim dari Mabes TNI itu akan datang ke 182 desa se Kalbar. Untuk di Landak sendiri akan ditempatkan di Kecamatan Mandor tepatnya di Desa Salatiga, Desa Simpang Kasturi dan Desa Mandor.
 
"Personel TNI itu nantinya akan ditempatkan di rumah penduduk desa setempat. Didalam sub TNI itu nantinya akan ada unsur Polri, unsur Forkopimda, unsur masyarakat dan unsur BPBD. Mereka masuk dalam satu tim," jelas Benny. 

Benny menilai, adanya kegiatan edukasi dari TNI untuk masyarakat dalam hal penanggulangan Karhutla, memang sangat positif. 

"Kita lebih baik mencegah daripada memadamkan. Edukasi itu akan dilakukan selama empat bulan yang mungkin akan dimulai Juli ini. Ini program dari BNPB Pusat," terangnya.
 
Menghadapi prediksi kemarau panjang pada tahun 2019 ini, Benny mengimbau masyarakat untuk sedini mungkin mengurangi kegiatan membakar lahan. Kalau hal itu masih dilakukan, ia khawatir ini akan berdampak pada masyarakat itu sendiri. 

"Masyarakat yang akan membakar lahan, kita imbau untuk melapor sebelum pembakaran kepada perangkat desa, kecamatan, Polsek, Danramil dan BPBD Landak. Jadi, kita sama-sama sedini mungkin untuk mencegah terjadinya Karhutla. Sebab, Karhutla ini banyak dampaknya," imbuhnya. 

Dia memprediksikan, kemarau tahun 2019 ini merupakan kemarau yang lebih panjang. "Musim kemarau ini pun akan dimulai pada bulan Juli ini," prediksi Benny. (dvi/nak)